Previous
Next

Rabu, September 23, 2026

Ringankan Kebutuhan Warga, Kodim 0718/Pati Distribusikan Bantuan Air Bersih di Kayen

Ringankan Kebutuhan Warga, Kodim 0718/Pati Distribusikan Bantuan Air Bersih di Kayen


Pati – Kodim 0718/Pati melalui jajaran kewilayahan melaksanakan pendistribusian bantuan air bersih kepada warga Desa Pesagi dan Desa Pasuruhan, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih.Rabu (23/09/2026)

Sebanyak 3 mobil tangki dengan total kurang lebih 15.000 liter air bersih disalurkan kepada masyarakat di kedua desa tersebut. Bantuan air bersih tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, khususnya untuk keperluan sehari-hari.

Pasiops Kodim 0718/Pati Kapten Inf Kusmiyanto menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan perhatian Kodim 0718/Pati terhadap kondisi masyarakat yang mengalami keterbatasan air bersih.

“Bantuan air bersih ini merupakan wujud kepedulian TNI, khususnya Kodim 0718/Pati, kepada masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat membantu meringankan kebutuhan warga dan memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari. Kami juga akan terus berupaya membantu masyarakat melalui kegiatan-kegiatan sosial yang dibutuhkan di wilayah,” ujar Kapten Inf Kusmiyanto.

Pendistribusian bantuan dilakukan secara langsung ke wilayah Desa Pesagi dan Desa Pasuruhan dengan melibatkan personel TNI bersama unsur terkait serta masyarakat setempat. Proses penyaluran dilaksanakan secara tertib sehingga bantuan dapat diterima oleh warga yang membutuhkan.

Kegiatan dropping air bersih tersebut merupakan bagian dari upaya Kodim 0718/Pati dalam membantu masyarakat menghadapi keterbatasan ketersediaan air bersih sekaligus memperkuat kepedulian dan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Dengan adanya bantuan tersebut, diharapkan dapat meringankan kebutuhan masyarakat serta membantu warga dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

Sabtu, September 19, 2026

Hari Ketiga, Polisi Pati Bersama Basarnas Cari Nelayan Hilang, Pencarian Terkendala Gelombang Tinggi

Hari Ketiga, Polisi Pati Bersama Basarnas Cari Nelayan Hilang, Pencarian Terkendala Gelombang Tinggi

Hari Ketiga, Polisi Pati Bersama Basarnas Cari Nelayan Hilang, Pencarian Terkendala Gelombang Tinggi


Tim SAR gabungan masih mencari seorang nelayan yang hilang setelah mengalami kecelakaan laut di perairan Pecangaan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati. Memasuki hari ketiga, korban bernama Haryanto (46), warga Desa Sambiroto, Kecamatan Tayu, belum ditemukan.

Pencarian dilakukan Satpolairud Polresta Pati bersama Basarnas Rembang dan masyarakat nelayan pada Jumat (18/9/2026). Penyisiran dilakukan mulai dari muara Juwana hingga perairan Juwana-Kertomulyo, Kecamatan Trangkil, dan Margotuwu, Kecamatan Tayu.

Kapolresta Pati melalui Kasat Polairud Polresta Pati Kompol Hendrik Irawan mengatakan tim memperluas pencarian berdasarkan analisis arah arus laut. “Pencarian terhadap korban masih terus kami lakukan bersama Basarnas Rembang dan masyarakat nelayan. Penyisiran kami perluas berdasarkan analisis arah arus dan kondisi perairan,” kata Kompol Hendrik.

Kecelakaan laut terjadi pada Rabu (16/9) sekitar pukul 06.00 WIB. Kedua korban saat itu berangkat melaut bersama nelayan lainnya menuju perairan Pecangaan untuk menangkap ikan jenis dero. Saat menebarkan jaring, kaki Moin (60) tersangkut hingga membuatnya terjatuh ke laut.

Haryanto kemudian berusaha menolong Moin. Namun, keduanya justru terbawa arus dan tenggelam. Moin akhirnya ditemukan dan dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan Haryanto hingga pencarian hari ketiga masih belum ditemukan.

Tim SAR melakukan penyisiran dengan memperhitungkan dugaan korban terbawa arus dari arah timur menuju barat. “Kami terus berkoordinasi dengan Basarnas, instansi terkait serta para nelayan untuk mendapatkan informasi dan memperluas area pencarian. Kami berharap korban dapat segera ditemukan,” ujar Kompol Hendrik.

Pencarian dihentikan sementara pada Jumat sore karena kondisi cuaca yang kurang mendukung. Angin kencang dan gelombang tinggi membuat tim mengutamakan keselamatan personel. “Apabila kondisi cuaca dan gelombang membahayakan, pencarian harus dihentikan sementara dan akan dilanjutkan ketika kondisi memungkinkan,” jelas Kompol Hendrik.

Pencarian akan dilanjutkan pada Sabtu (19/9) pagi. Kompol Hendrik mengatakan tim akan kembali menyisir sejumlah wilayah perairan yang diperkirakan menjadi jalur terbawanya korban.

Kompol Hendrik juga mengimbau para nelayan untuk memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut dan mempersiapkan perlengkapan keselamatan. “Kami mengimbau para nelayan untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca dan mengutamakan keselamatan saat melaut,” ungkapnya.

Jumat, September 18, 2026

Jasa Raharja Serahkan Santunan kepada Dua Ahli Waris Korban KM Virgo Transport 8 di Jabar

Jasa Raharja Serahkan Santunan kepada Dua Ahli Waris Korban KM Virgo Transport 8 di Jabar

Muriapos.com - ,
Jasa Raharja Serahkan Santunan kepada Dua Ahli Waris Korban KM Virgo Transport 8 di Jabar


BANDUNG – PT Jasa Raharja kembali menyerahkan santunan kepada dua ahli waris korban meninggal dunia dalam insiden KM Virgo Transport 8 yang berdomisili di Jawa Barat, Jumat (18/9/2026).

Penyerahan santunan dilakukan setelah proses identifikasi dan verifikasi data korban dinyatakan valid. Sebelumnya, Jasa Raharja telah menyerahkan santunan kepada sejumlah ahli waris korban yang berhasil diidentifikasi.

Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin, didampingi Direktur Utama Jasaraharja Putera Abdul Haris, Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja Jawa Barat Tamrin Silalahi, Kanit Gakkum Polresta Bandung IPTU Lilim Walim, serta perwakilan Bidang Lalin BPTD Tingkat I Jawa Barat Firman, menyerahkan santunan secara langsung kepada keluarga korban.

Santunan untuk korban Erik Maosul Latip diterima oleh ayah kandung korban, Miming, yang hadir mewakili istri korban selaku ahli waris. Penyerahan turut didampingi Agus Mulyadi, Kepala Desa Situsaeur yang juga merupakan paman korban.

Sementara santunan untuk korban Risyan Kurnia Putra diterima oleh adik kandung korban, Siti Kirani Nazwatul Fadilah, yang mewakili ibu kandung korban selaku ahli waris. Ia didampingi Mahmudin, kakak ipar korban.

Hingga 18 September 2026, Jasa Raharja menyatakan telah menyalurkan santunan kepada enam korban meninggal dunia yang berhasil diidentifikasi dan diketahui berdomisili di Jawa Barat serta Jawa Timur.

Sesuai ketentuan, masing-masing ahli waris korban meninggal dunia menerima santunan Jasa Raharja sebesar Rp50 juta. Selain itu, terdapat manfaat tambahan dari Jasaraharja Putera sebesar Rp20 juta yang diserahkan kepada ahli waris yang sah.

Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin mengatakan, kelancaran penyaluran santunan tidak terlepas dari koordinasi berbagai pihak sejak proses pencarian dan evakuasi korban.

“Sejak proses pencarian dan evakuasi dimulai, kami berupaya melakukan pendataan secara bersama-sama melalui kesiapsiagaan insan Jasa Raharja yang berada di posko, informasi dari keluarga korban, serta koordinasi dengan berbagai pihak terkait,” ujar Awaluddin.



Menurutnya, berbagai data dan informasi tersebut kemudian dipadukan dengan sistem serta integrasi data yang dimiliki Jasa Raharja untuk mendukung proses identifikasi dan verifikasi korban.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang membantu proses pendataan, identifikasi hingga verifikasi korban sehingga hak keluarga dapat segera dipenuhi sesuai ketentuan.

“Yang kami lakukan adalah berupaya hadir dan memberikan pelayanan sebaik mungkin kepada keluarga korban. Kami sangat berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu, karena dengan kerja bersama sejak proses pencarian dan evakuasi, pendataan hingga identifikasi, proses pelayanan kepada keluarga dapat berjalan dengan lebih baik,” tambahnya.



Awaluddin mengatakan, Jasa Raharja turut memberikan pendampingan kepada keluarga korban dalam proses penanganan, termasuk terkait kepulangan jenazah hingga kembali ke tengah keluarga.

“Ini adalah duka kita bersama. Kami memahami bahwa situasi ini tidak mudah bagi keluarga korban. Santunan tentu tidak dapat menggantikan kehilangan orang yang kita cintai, namun kami berharap kehadiran Jasa Raharja sebagai wujud kehadiran negara dapat memberikan dukungan dan membantu meringankan beban keluarga di tengah masa duka,” ujarnya.



Selain penyaluran santunan, Jasa Raharja masih memantau perkembangan korban yang menjalani perawatan serta berkoordinasi dengan berbagai pihak dalam penanganan insiden KM Virgo Transport 8.

Awaluddin menegaskan, pihaknya akan terus mengawal proses penanganan dan memastikan pelayanan kepada korban maupun ahli waris diberikan berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi.

“Jasa Raharja hadir untuk memberikan kepastian pelayanan dan santunan korban. Kami bersama seluruh pemangku kepentingan terkait saat ini memastikan prioritas kami adalah proses evakuasi dan pencarian korban yang sedang berjalan,” tutur Awaluddin.




Senin, September 14, 2026

Dirut dan Dirops Jasa Raharja Tinjau Penanganan Korban KM Virgo Transport 8

Dirut dan Dirops Jasa Raharja Tinjau Penanganan Korban KM Virgo Transport 8




BANJARMASIN – PT Jasa Raharja terus memantau proses evakuasi dan penanganan korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang mengalami insiden dalam pelayaran rute Surabaya–Banjarmasin, Ahad (13/9/2026).

Untuk memastikan pelayanan berjalan maksimal, Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin bersama Direktur Operasional Ariyandi meninjau langsung penanganan korban di Banjarmasin. Keduanya didampingi Direktur Teknik Jasaraharja Putera (JRP) Suhardiman.

Awaluddin mengatakan, Jasa Raharja terus berkoordinasi dengan tim SAR gabungan, rumah sakit, kepolisian, serta pihak terkait untuk memperoleh perkembangan data korban sekaligus memastikan hak perlindungan dapat segera diberikan.

> “Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan setiap korban yang berhasil dievakuasi dapat segera memperoleh pelayanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Proses pendataan dan verifikasi juga terus kami lakukan secara bertahap,” ujar Awaluddin.



Berdasarkan perkembangan informasi tim operasi gabungan, terdapat enam korban meninggal dunia yang masih dalam proses identifikasi.

Bagi korban meninggal dunia, Jasa Raharja akan memberikan santunan sebesar Rp50 juta kepada ahli waris yang sah sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara bagi korban yang menjalani perawatan, Jasa Raharja telah menerbitkan jaminan biaya perawatan kepada rumah sakit tempat korban dirawat, yakni RSUD Ulin, RS TPT, dan RS Sultan Suryansyah.

Jaminan biaya perawatan tersebut diberikan dengan maksimal Rp20 juta untuk setiap korban.

Perlindungan JRP untuk Penumpang Kapal

Perlindungan terhadap korban juga diperkuat melalui Jasaraharja Putera (JRP), anak usaha Jasa Raharja.

Berdasarkan ketentuan polis, penumpang kapal mendapatkan sejumlah manfaat perlindungan, yakni manfaat meninggal dunia maksimal Rp20 juta, cacat tetap maksimal Rp20 juta sesuai persentase tingkat kecacatan, serta biaya perawatan maksimal Rp10 juta berdasarkan kuitansi rumah sakit atau dokter.

Selain itu, terdapat manfaat biaya penguburan maksimal Rp2 juta bagi korban yang tidak memiliki ahli waris.

Awaluddin menegaskan, Jasa Raharja akan terus mengikuti perkembangan proses evakuasi dan berkoordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan kecelakaan tersebut.

> “Dalam kondisi seperti ini, yang paling utama adalah memastikan korban mendapatkan penanganan dengan baik. Kami akan terus mengikuti perkembangan di lapangan dan memastikan pelayanan Jasa Raharja berjalan sesuai kebutuhan serta ketentuan yang berlaku,” tambahnya.



Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandy turut memantau proses evakuasi korban KM Virgo Transport 8 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.

Dudy menyampaikan, dari total 243 penumpang, tim SAR gabungan hingga sore hari telah mengevakuasi 107 orang. Dari jumlah tersebut, enam orang dinyatakan meninggal dunia.

> “Sore ini, dari 243 (penumpang), tim evakuasi SAR telah berhasil mengevakuasi 107 penumpang, 6 orang meninggal, sehingga masih terdapat 136 penumpang dalam proses pencarian,” jelas Menhub.




Rabu, September 09, 2026

839 Prajurit TNI AD Resmi Dilantik, Pangdam IV/Diponegoro Tutup Dikmata Gelombang II 2026

839 Prajurit TNI AD Resmi Dilantik, Pangdam IV/Diponegoro Tutup Dikmata Gelombang II 2026


Kebumen – Sebanyak 839 prajurit TNI AD resmi menyandang pangkat Prajurit Dua (Prada) setelah menyelesaikan Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) TNI AD Gelombang II Tahun Anggaran 2026. Upacara penutupan pendidikan di wilayah Kodam IV/Diponegoro secara resmi dipimpin Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., di Secata Rindam IV/Diponegoro, Gombong, Kabupaten Kebumen, Rabu (9/9/2026).

Dalam upacara tersebut, Pangdam IV/Diponegoro membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., yang menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal pengabdian panjang sebagai prajurit TNI AD.

Dalam amanatnya, Kasad menekankan bahwa para prajurit baru diproyeksikan untuk mendukung pengembangan Satuan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) di berbagai kabupaten. Hal ini dilakukan untuk mendukung percepatan pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat, terutama di wilayah perbatasan dan daerah rawan.

Selama dua bulan, para siswa telah menjalani pendidikan intensif yang disusun secara sistematis untuk membentuk cara berpikir, bersikap dan bertindak sesuai norma serta jati diri prajurit TNI AD yang berpedoman pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI. Para prajurit muda selanjutnya diharapkan terus mengembangkan kemampuan teknik dan taktik militer yang telah diperoleh selama pendidikan. 

Kasad juga memberikan empat penekanan kepada para prajurit yang baru dilantik. Mereka diminta memanfaatkan setiap kesempatan untuk terus belajar dan mengembangkan diri, mengasah naluri militer, menjaga disiplin serta mengoptimalkan potensi diri.

Di tengah prosesi penutupan pendidikan, prestasi para siswa juga mendapat perhatian. Tiga nama tercatat sebagai tiga siswa terbaik antara lain Juara pertama diraih Amri Muhammad Dzaki, putra Rokhidi Setiawan, seorang karyawan produksi kursi mebel asal Kabupaten Banyumas. Posisi kedua ditempati Evan Erlangga, putra Edi Budiyanto yang berprofesi sebagai petani bawang merah dari Kabupaten Brebes. Sementara Bimo Dwi Nugroho, putra Alm Nur Arifin, Wiraswasta asal Kabupaten Jepara, meraih posisi ketiga.

Prestasi ketiganya menjadi gambaran bahwa perjalanan menjadi prajurit TNI AD dapat lahir dari berbagai latar belakang keluarga dan profesi. Dari lingkungan pekerja mebel hingga keluarga petani, semangat, kedisiplinan dan kerja keras menjadi bekal penting untuk menapaki kehidupan sebagai prajurit.

Penutupan Dikmata Gelombang II TA 2026 di Secata Rindam IV/Diponegoro sekaligus menandai dimulainya babak baru bagi para prajurit muda TNI AD. Setelah melewati pendidikan dasar keprajuritan, mereka kini dipersiapkan untuk menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara dengan membawa nama baik TNI AD. (Pendam IV/Diponegoro)