Previous
Next

Senin, April 06, 2026

Tiga HP Digasak dari Dalam Rumah di Trangkil, Pelaku Diringkus Warga dan Diserahkan ke Polisi

Tiga HP Digasak dari Dalam Rumah di Trangkil, Pelaku Diringkus Warga dan Diserahkan ke Polisi



Unit Reskrim Polsek Wedarijaksa berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan yang terjadi di wilayah Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati. Seorang pria berinisial JW (39), warga Wedarijaksa, diamankan setelah diduga melakukan pencurian di rumah warga Desa Kadilangu pada Minggu (5/4/2026) dini hari.

Peristiwa tersebut menimpa korban berinisial S (44), seorang pekerja industri yang tinggal di Desa Kadilangu. Aksi pencurian diketahui sekitar pukul 02.00 WIB, saat pelaku berhasil masuk ke dalam rumah melalui jendela samping dengan cara merusak bagian rangka jendela menggunakan tenaga tangan.

Kapolresta Pati melalui Kapolsek Wedarijaksa AKP Suntoro menjelaskan, pelaku sebelumnya berkeliling menggunakan sepeda motor sambil mencari sasaran. "Pelaku ini memang sudah berkeliling sejak malam hari dengan niat melakukan pencurian. Ia membawa alat berupa linggis kecil untuk mempermudah aksinya," ungkap AKP Suntoro.

Setelah menemukan lokasi yang dinilai aman, pelaku kemudian mendekati rumah korban dan merusak jendela. Dari dalam kamar, pelaku berhasil mengambil tiga unit handphone yang berada di atas meja. "Pelaku memanfaatkan situasi sepi, lalu mengambil tiga handphone milik korban yang berada di dalam kamar," jelasnya.

Usai melakukan aksinya, pelaku sempat kembali ke lokasi lain dengan maksud mengambil alat yang tertinggal. Namun, gerak-geriknya justru menimbulkan kecurigaan warga. "Saat kembali ke lokasi sebelumnya, pelaku dicurigai warga dan akhirnya diamankan. Dari situ ditemukan barang bukti berupa tiga handphone yang diduga hasil curian," tambah AKP Suntoro.

Warga kemudian membawa pelaku ke kantor desa sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak kepolisian. Petugas yang menerima laporan langsung melakukan serangkaian tindakan, mulai dari interogasi, olah tempat kejadian perkara (TKP), hingga penetapan tersangka. "Kami bergerak cepat menindaklanjuti laporan, termasuk mengamankan pelaku beserta barang bukti," tegasnya.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui pelaku merupakan residivis yang sudah dua kali terjerat kasus serupa. "Tersangka ini merupakan residivis kasus pencurian. Ia baru saja bebas pada Februari 2026, namun kembali melakukan tindak pidana yang sama," ujar AKP Suntoro.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya tiga unit handphone, satu unit sepeda motor, dua linggis kecil, serta alat lainnya yang digunakan untuk melakukan kejahatan. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materiil sekitar Rp4,9 juta.

Saat ini, tersangka telah diamankan di Rutan Polresta Pati untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. "Kami akan menuntaskan proses penyidikan hingga tahap II. Kami juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari, guna mencegah tindak kejahatan serupa," pungkas AKP Suntoro.


Minggu, April 05, 2026

Babinsa Jepalo Turun Langsung Dampingi Pembangunan KDKMP Tahap Awal

Babinsa Jepalo Turun Langsung Dampingi Pembangunan KDKMP Tahap Awal




Upaya percepatan pembangunan desa terus dilakukan melalui peran aktif aparat kewilayahan. Hal tersebut terlihat dari kegiatan pendampingan pembangunan KDKMP yang dilaksanakan oleh Babinsa Desa Jepalo Koramil 14/Gunungwungkal Kodim 0718/Pati, Sertu Iskandar, di Desa Jepalo, Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati, Minggu (5/4/2026).

Kegiatan pendampingan ini merupakan bentuk dukungan TNI AD dalam membantu pemerintah daerah guna mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, Sertu Iskandar turut melakukan pengawasan dan menjalin koordinasi dengan perangkat desa guna memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana dan tepat sasaran. Saat ini, pembangunan KDKMP masih dalam tahap awal, yaitu pengerjaan pondasi sebagai dasar utama bangunan.

"Pendampingan ini merupakan bagian dari tugas kami sebagai aparat kewilayahan dalam mengawal dan mendukung setiap program pembangunan di wilayah binaan," ungkap Sertu Iskandar.

Dengan adanya pendampingan dari Babinsa, diharapkan proses pembangunan KDKMP dapat berjalan lancar, tertib, dan selesai sesuai target yang telah ditentukan.

Sabtu, April 04, 2026

Direktur LBH Djuang Pati Soroti Kewenangan Plt. Bupati dalam Pengambilan Kebijakan

Direktur LBH Djuang Pati Soroti Kewenangan Plt. Bupati dalam Pengambilan Kebijakan



Pati – Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Djuang Pati, Fatkhur Rahman, SH., MH., menyampaikan pandangannya terkait pelaksanaan tugas Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, khususnya dalam pengambilan kebijakan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati. Sabtu, 4/4/2026.

Menurut Fatkhur Rahman, meskipun Bupati Pati terpilih, Sudewo, saat ini berstatus nonaktif secara administratif, namun posisinya secara formal masih melekat sebagai kepala daerah. Ia menilai hal tersebut menjadi bagian penting dalam proses koordinasi pemerintahan.

Karena yang akan dilaksanakan oleh Plt. Bupati merupakan program yang sudah direncanakan dan disyahkan oleh Bupati non aktif Sudewo merupakan hasil kerja nyata beliau.

Ia menjelaskan, dalam praktik pemerintahan, pelaksanaan tugas oleh Plt. kepala daerah tetap perlu memperhatikan mekanisme yang berlaku, termasuk aspek koordinasi dalam pengambilan kebijakan strategis.

Selain itu, Fatkhur Rahman juga menyoroti pernyataan Plt. Bupati Pati beberapa waktu lalu yang menyebut tidak memiliki kewenangan terkait anggaran tahun 2026 untuk percepatan pembangunan infrastruktur. Di sisi lain, ia mencermati adanya pembahasan terkait rencana anggaran tahun 2027 bersama DPRD.

"Intinya, Plt. Bupati harus minta arahan Bupati Sudewo (nonaktif), bikan kok minta arahan KPK, karena KPK, Kepolisian dan Kejaksaan ini selaku penindak bukan institusi pengarah,"terang Fatkhur.

Menurutnya, perbedaan pernyataan tersebut perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan persepsi yang beragam di masyarakat.

"Perlu ada kejelasan agar publik memahami batas kewenangan Plt. Bupati, khususnya dalam konteks perencanaan dan pembahasan anggaran daerah," ujarnya.

Ia menambahkan, transparansi dan komunikasi yang baik menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan publik terhadap jalannya pemerintahan daerah.

Fatkhur Rahman berharap, seluruh pihak yang terlibat dalam pemerintahan daerah dapat menjalankan peran sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga proses pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
Babinsa Tlogorejo Dampingi Pembangunan KDKMP, Partisipasi Warga Semakin Tinggi

Babinsa Tlogorejo Dampingi Pembangunan KDKMP, Partisipasi Warga Semakin Tinggi




Upaya percepatan pembangunan desa terus digencarkan melalui sinergi antara TNI dan masyarakat. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan pendampingan pembangunan KDKMP yang dilaksanakan oleh Babinsa Desa Tlogorejo Koramil 13/Tlogowungu Kodim 0718/Pati, Serka Jamal, di Desa Tlogorejo, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Sabtu (4/4/2026).

Kehadiran Babinsa di tengah-tengah kegiatan pembangunan mendapat sambutan positif dari warga. Partisipasi aktif masyarakat dalam proses pengerjaan menjadi bukti nyata tingginya semangat gotong royong serta kepedulian terhadap kemajuan desa.

Dalam kegiatan tersebut, Serka Jamal turut melakukan pengawasan dan menjalin komunikasi dengan perangkat desa serta warga guna memastikan pembangunan berjalan optimal dan tepat sasaran. Hingga saat ini, pembangunan KDKMP telah rampung dengan capaian 100 persen.

"Pendampingan ini merupakan bagian dari tugas kami untuk terus hadir dan memberikan dorongan kepada masyarakat agar tetap semangat dalam membangun desa," ungkap Serka Jamal.

Salah satu warga, Sukimin, mengungkapkan apresiasi dan dukungannya terhadap pembangunan tersebut. Ia berharap keberadaan KDKMP mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat.

"Kami sangat mendukung, semoga fasilitas ini bisa dimanfaatkan dengan baik dan membawa kemajuan bagi warga," ujarnya.

Dengan sinergi yang kuat antara aparat kewilayahan dan masyarakat, pembangunan KDKMP diharapkan menjadi langkah strategis dalam mendorong kemandirian desa serta meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan.
Halal Bihalal HIMPAUDI Pati Kuatkan Peran Pendidik PAUD

Halal Bihalal HIMPAUDI Pati Kuatkan Peran Pendidik PAUD


Halal Bihalal HIMPAUDI Pati Kuatkan Peran Pendidik PAUD

PATI, 4 April 2026 — Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Halal Bihalal bersama Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Kabupaten Pati yang digelar di Pendopo Kabupaten Pati, Sabtu (4/4). 

Kegiatan ini menjadi momentum unomempererat silaturahmi sekaligus menguatkan peran pendidik dalam membangun generasi masa depan.

Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Pati, Teguh Widyatmoko, hadir mewakili Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, dalam kegiatan tersebut. 

Kehadirannya disambut antusias oleh para guru dan tenaga pendidik PAUD yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pembentukan karakter anak sejak usia dini.

Dalam sambutannya, Teguh menyampaikan bahwa Halal Bihalal tidak sekadar tradisi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antarpendidik serta antara HIMPAUDI dengan pemerintah daerah. 

Ia menekankan bahwa kebersamaan menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan pendidikan yang berkualitas.

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya pendidikan anak usia dini sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter dan kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, peran pendidik PAUD sangat strategis dalam mencetak generasi emas yang akan menentukan arah pembangunan bangsa ke depan.

Pemerintah Kabupaten Pati, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung penguatan sektor pendidikan, khususnya PAUD, melalui peningkatan kualitas tenaga pendidik, penyediaan sarana prasarana, serta program-program yang menunjang tumbuh kembang anak secara optimal.

Ia juga mengapresiasi dedikasi para guru PAUD yang telah berkontribusi besar dalam mendidik generasi penerus dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. 

Peran tersebut dinilai sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai dasar yang akan membentuk karakter anak di masa depan.

"Momentum halal bihalal ini juga menjadi sarana untuk saling memaafkan, memperbaiki hubungan, serta memperkokoh sinergi antar sesama pendidik dan antara HIMPAUDI dengan pemerintah daerah. Karena kita semua menyadari bahwa keberhasilan pembangunan, khususnya di bidang pendidikan tidak dapat terwujud tanpa adanya kolaborasi dan kebersamaan," ujar Teguh.