Previous
Next

Kamis, Maret 12, 2026

5.475 Botol Miras Ilegal Disita, Polresta Pati Tegaskan Perang terhadap Peredaran Minuman Keras

5.475 Botol Miras Ilegal Disita, Polresta Pati Tegaskan Perang terhadap Peredaran Minuman Keras




5.475 Botol Miras Ilegal Disita, Polresta Pati Tegaskan Perang terhadap Peredaran Minuman Keras

PATI – Peredaran minuman keras ilegal menjadi salah satu fokus utama dalam Operasi Pekat Candi 2026. Polresta Pati berhasil menyita sebanyak 5.475 botol miras dari berbagai jenis dan merek dalam ungkap kasus yang digelar pada hari Selasa 12 Maret 2026 di Mapolresta Pati.

Ribuan botol miras tersebut diamankan dari berbagai lokasi di wilayah Kabupaten Pati selama operasi berlangsung.

Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi menegaskan bahwa peredaran miras ilegal sering menjadi pemicu berbagai tindak kriminal.

"Dalam Operasi Pekat Candi kami berhasil mengamankan 5.475 botol minuman keras ilegal," ujarnya.

Ia mengatakan konsumsi miras sering memicu gangguan keamanan.

"Banyak tindak kriminal yang berawal dari pengaruh minuman keras," jelasnya.

Karena itu Polresta Pati melakukan penindakan secara serius.

"Kami berkomitmen memberantas peredaran miras ilegal di wilayah Kabupaten Pati," tegasnya.

Selain razia, polisi juga melakukan patroli rutin.

"Kami terus melakukan pengawasan dan patroli di lokasi yang berpotensi menjadi tempat peredaran miras," katanya.

Kapolresta juga mengajak masyarakat ikut menjaga lingkungan.

"Kami mengimbau masyarakat tidak menjual maupun mengonsumsi minuman keras ilegal," ungkapnya.

Ia menegaskan penindakan akan terus dilakukan.

"Upaya pemberantasan miras ilegal akan terus kami lakukan secara berkelanjutan," pungkasnya.

(Humas Resta Pati)
Judi Konvensional dan Online Dibongkar, 7 Pelaku Diciduk Polresta Pati

Judi Konvensional dan Online Dibongkar, 7 Pelaku Diciduk Polresta Pati




Judi Konvensional dan Online Dibongkar, 7 Pelaku Diciduk Polresta Pati

PATI – Polresta Pati berhasil membongkar praktik perjudian konvensional maupun online selama pelaksanaan Operasi Pekat Candi 2026. Dalam ungkap kasus yang dilaksanakan di mapolresta Pati pada hari Selasa 12 Maret 2026, Polisi berhasil menangani empat kasus dengan total tujuh tersangka.

Barang bukti yang diamankan dalam kasus ini antara lain satu pack kartu remi serta uang tunai sekitar Rp1.992.000 yang digunakan sebagai taruhan.

Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi mengatakan bahwa perjudian merupakan salah satu penyakit masyarakat yang menjadi target utama dalam Operasi Pekat Candi.

"Selama operasi berlangsung kami berhasil mengungkap empat kasus perjudian dengan tujuh orang tersangka," ujarnya.

Menurutnya, perjudian baik secara konvensional maupun online memiliki dampak sosial yang besar bagi masyarakat.

"Praktik perjudian dapat merusak tatanan sosial dan menimbulkan berbagai persoalan di masyarakat," katanya.

Polresta Pati juga berkomitmen memberantas aktivitas tersebut secara berkelanjutan.

"Kami akan terus melakukan penindakan terhadap segala bentuk perjudian di wilayah Kabupaten Pati," tegasnya.

Selain penegakan hukum, pihaknya juga melakukan langkah preventif.

"Kami mengedepankan upaya pencegahan melalui patroli dan kegiatan kepolisian lainnya," jelasnya.

Ia berharap masyarakat tidak terlibat dalam aktivitas perjudian.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mencoba-coba terlibat dalam perjudian karena dampaknya sangat merugikan," ucapnya.

Kapolresta juga menegaskan bahwa peran masyarakat sangat penting.

"Dukungan masyarakat sangat kami butuhkan untuk bersama-sama memberantas perjudian," pungkasnya.

Jika masyarakat membutuhkan bantuan kepolisian secara cepat, segera hubungi layanan call center 110 milik Kepolisian Negara Republik Indonesia. Layanan ini dapat diakses secara gratis selama 24 jam untuk melaporkan kejadian darurat, tindak kriminal, kecelakaan, maupun gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. 

(Humas Resta Pati)
27 Kasus Prostitusi di Pati Dibongkar, Polisi Ajak Masyarakat Jaga Moral Lingkungan

27 Kasus Prostitusi di Pati Dibongkar, Polisi Ajak Masyarakat Jaga Moral Lingkungan




27 Kasus Prostitusi di Pati Dibongkar, Polisi Ajak Masyarakat Jaga Moral Lingkungan

Pati - Polresta Pati berhasil mengungkap praktik prostitusi selama pelaksanaan Operasi Pekat Candi 2026. Dari penindakan tersebut, polisi mencatat sebanyak 27 kasus dalam ungkap kasus yang digelar di mapolresta Pati pada hari Selasa 12 Maret 2026.

Dari jumlah tersebut, dua orang ditetapkan sebagai tersangka dengan barang bukti sebanyak 46 item yang berkaitan dengan praktik prostitusi.

Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi mengatakan bahwa praktik prostitusi merupakan salah satu penyakit masyarakat yang harus ditangani secara serius.

"Selama Operasi Pekat Candi kami berhasil mengungkap 27 kasus prostitusi," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa praktik tersebut dapat merusak moral masyarakat.

"Prostitusi merupakan penyakit masyarakat yang harus kita tangani bersama," jelasnya.

Polresta Pati melakukan berbagai upaya penindakan di lapangan.

"Petugas melakukan razia di sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat praktik prostitusi," katanya.

Selain penindakan, pihaknya juga melakukan pendekatan humanis.

"Kami juga mengedepankan pendekatan pembinaan kepada para pelaku," ujarnya.

Ia mengajak masyarakat ikut menjaga lingkungan.

"Peran masyarakat sangat penting dalam mencegah praktik prostitusi," tegasnya.

Kapolresta juga mengingatkan masyarakat untuk segera melapor jika mengetahui aktivitas tersebut.

"Jika menemukan praktik yang melanggar hukum, segera hubungi Call Center Polri 110," pungkasnya.

(Humas Resta Pati)
Siap Amankan Mudik, Polresta Pati Gelar Latpra Ops Operasi Ketupat Candi 2026

Siap Amankan Mudik, Polresta Pati Gelar Latpra Ops Operasi Ketupat Candi 2026




Siap Amankan Mudik, Polresta Pati Gelar Latpra Ops Operasi Ketupat Candi 2026

PATI – PATINEWS.COM 

Polresta Pati menggelar Latihan Pra Operasi (Latpra Ops) Operasi Ketupat Candi 2026 sebagai langkah awal mempersiapkan pengamanan arus mudik dan perayaan Idulfitri. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (12/3/2026) mulai pukul 07.30 WIB di Ruang Rapat Sanika Satyawada Polresta Pati.

Latihan dipimpin langsung oleh Kapolresta Pati Jaka Wahyudi dan diikuti para pejabat utama serta personel yang akan terlibat dalam operasi pengamanan Lebaran tahun ini.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt Wakapolresta Pati Kompol Anwar, Karendal Opsresta AKP Nanda Priyambada beserta anggota, Kaposko Resta AKP Karsono, para Kasatgas Operasi, Kapospam, Kaposyan, para Kapolsek jajaran, serta personel yang dilibatkan dalam operasi.

Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi menegaskan bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat Candi merupakan agenda strategis kepolisian dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat selama momentum Lebaran.

"Kita harus menyukseskan pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026 ini secara bersama-sama. Seluruh personel harus memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing agar pengamanan dapat berjalan optimal," ujar Jaka Wahyudi.

Ia menekankan bahwa keberhasilan operasi tidak hanya ditentukan oleh kesiapan personel, tetapi juga kesungguhan dalam menjalankan setiap tahapan pengamanan di lapangan.

Selain itu, Kapolresta Pati juga menegaskan bahwa selama pelaksanaan operasi berlangsung tidak ada personel yang diperkenankan mengambil cuti. Kebijakan ini dilakukan guna memastikan kekuatan personel tetap optimal dalam menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat selama arus mudik dan libur Lebaran.

"Selama operasi berlangsung tidak ada anggota yang cuti, baik yang terlibat langsung maupun yang tidak terlibat dalam sprint operasi. Ini demi menjaga kesiapsiagaan kita dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dengan berbagai instansi terkait guna mendukung kelancaran pengamanan arus mudik dan perayaan Idulfitri.

"Kita harus membangun kolaborasi dan sinergi dengan seluruh instansi terkait agar pelaksanaan operasi berjalan lancar dan masyarakat dapat merasakan kehadiran negara dalam memberikan rasa aman," ungkapnya.

Lebih lanjut, pihak kepolisian juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan darurat Call Center 110 Polri yang dapat diakses secara gratis selama 24 jam apabila membutuhkan bantuan kepolisian.

Selain itu, inovasi layanan digital seperti chatbot kepolisian juga diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam memperoleh informasi maupun layanan kepolisian secara cepat.

Dengan pelaksanaan Latpra Ops ini, diharapkan seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat Candi 2026 dapat memahami tugas dan tanggung jawabnya sehingga pengamanan arus mudik dan perayaan Idulfitri di wilayah Kabupaten Pati dapat berjalan aman, tertib, dan lancar.


Danantara Indonesia Genap Setahun, Perkuat Fondasi Ekonomi dan Pendidikan Generasi Emas

Danantara Indonesia Genap Setahun, Perkuat Fondasi Ekonomi dan Pendidikan Generasi Emas




Danantara Indonesia Genap Setahun, Perkuat Fondasi Ekonomi dan Pendidikan Generasi Emas

JAKARTA – Danantara Indonesia menandai satu tahun perjalanan kelembagaannya melalui kegiatan refleksi yang digelar di Wisma Danantara, Jakarta, Selasa (11/3/2026). Momentum tersebut menjadi ajang evaluasi sekaligus penguatan komitmen dalam pengelolaan aset negara untuk mendukung pembangunan ekonomi nasional.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, para menteri kabinet, serta jajaran pimpinan dan insan Danantara Indonesia.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya menjaga integritas, disiplin tata kelola, serta orientasi jangka panjang dalam mengelola aset negara. Menurutnya, Danantara dibentuk sebagai instrumen strategis untuk memastikan pengelolaan aset negara dilakukan secara profesional, transparan, dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

"Pengelolaan aset negara harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan visi jangka panjang agar mampu memperkuat fondasi ekonomi nasional," tegas Presiden.

Dalam momentum satu tahun tersebut, sejumlah pihak turut menyampaikan dukungan terhadap peran Danantara dalam memperkuat pembangunan nasional, termasuk dari sektor pelayanan publik dan sosial.

Salah satunya datang dari Jasa Raharja yang menyatakan komitmennya dalam mendukung program peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya melalui dukungan terhadap pendidikan generasi muda Indonesia.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari kontribusi nyata dalam mewujudkan visi Indonesia Emas di masa depan, di mana pembangunan ekonomi berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.

Refleksi satu tahun Danantara Indonesia ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antar lembaga negara, BUMN, dan sektor strategis lainnya dalam menciptakan pengelolaan aset negara yang lebih efektif serta berkelanjutan.

Dengan fondasi yang terus diperkuat, Danantara diharapkan mampu menjadi pilar penting dalam pengelolaan investasi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif bagi generasi Indonesia di masa depan.