Previous
Next

Rabu, Maret 04, 2026

Siswa SD Negeri Pati Kidul 01, Raih 4 Medali di International Archery 2026

Siswa SD Negeri Pati Kidul 01, Raih 4 Medali di International Archery 2026


Siswa SD Negeri Pati Kidul 01, Raih 4 Medali di International Archery 2026

PATI, PATINEWSCOM

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa daerah. Array Adhyasta Pranaja, siswa kelas VI dari SD Negeri Pati Kidul 01, berhasil meraih empat medali dalam ajang International Archery 2026 yang diselenggarakan di Sentul, Depok, Jakarta.

Kejuaraan internasional tersebut diikuti oleh lima negara, yakni Indonesia, India, Singapura, Malaysia, dan Amerika Serikat. Pada kompetisi bergengsi itu, Array tampil gemilang di kategori U13 Standar Nasional Putra.

Ia sukses menduduki posisi teratas pada babak kualifikasi, eliminasi, beregu, hingga mix team. Dari rangkaian pertandingan tersebut, Array berhasil membawa pulang empat medali yang terdiri dari emas, perak, dan perunggu.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa atlet usia dini dari Kabupaten Pati mampu bersaing di level internasional. Konsistensi performa sejak babak awal hingga final menunjukkan kualitas teknik, fokus, serta mental bertanding yang matang.

Array pun membagikan pesan inspiratif bagi pelajar lain yang ingin menekuni olahraga panahan.

"Untuk olahraga panahan itu latihan harus fokus, konsisten setiap hari, dan melawan emosi diri sendiri," ujarnya.

Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Dukungan sekolah dan orang tua dinilai menjadi faktor penting dalam mengembangkan potensi generasi muda agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Tarawih di Gedung Dewan, Kuatkan Sinergi Bangun Pati

Tarawih di Gedung Dewan, Kuatkan Sinergi Bangun Pati




Tarawih di Gedung Dewan, Kuatkan Sinergi Bangun Pati


PATI, 3 Maret 2026 — Suasana Gedung DPRD Kabupaten Pati pada Selasa malam (3/3) tampak berbeda dari biasanya. Bukan agenda rapat atau pembahasan kebijakan yang mendominasi, melainkan lantunan doa dan saf-saf salat yang tertata rapi. Pemerintah Kabupaten Pati kembali menggelar Tarawih dan Silaturahmi Bersama (TARHIMA) ketiga di bulan suci Ramadan 1447 H.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, bersama jajaran anggota DPRD Kabupaten Pati, perangkat daerah, tokoh agama, serta masyarakat sekitar. Selain salat Isya dan Tarawih berjamaah, acara juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial di bulan penuh berkah.

Di hadapan para jamaah yang memenuhi ruangan, Plt. Bupati Pati menyampaikan pesan penuh refleksi. Ia mengajak seluruh pihak memaknai Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, melainkan waktu untuk menata kembali niat, memperkuat introspeksi diri, serta meneguhkan komitmen bersama dalam membangun daerah.

"Malam hari ini kita di acara Tarawih bersama di bulan Ramadan. Kita saling introspeksi diri. Semua harus kita teguhkan kembali untuk bersama-sama satu visi, yaitu untuk membangun Kabupaten Pati yang makmur dan sejahtera," ujarnya.

Ia menekankan pula bahwa pembangunan tidak dapat berjalan sendiri. Sinergi antara eksekutif dan legislatif menjadi kunci agar setiap kebijakan benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat.

"Tidak lupa dukungannya, khususnya teman-teman anggota dewan DPRD Kabupaten Pati, supaya ke depannya bisa bersinergi lagi untuk membangun Kabupaten Pati," tambahnya.

Pada kesempatan itu, Ia turut mengungkapkan harapannya agar setiap kebijakan yang lahir dapat dibahas dan dirumuskan secara bersama, dengan hati yang jernih dan niat yang tulus, semata-mata untuk kemajuan daerah.

"Kebijakan untuk Kabupaten Pati dapat kita rembuk bersama dengan hati yang ikhlas demi kemajuan Kabupaten Pati. Semua ini untuk saling mengingatkan. Apabila ada kebijakan-kebijakan kami yang tidak benar, kami minta tolong untuk diingatkan dan diberi masukan solusi untuk Kabupaten Pati," tegasnya.

Momentum Tarhima ketiga ini tidak hanya menjadi ruang ibadah, tetapi juga ruang dialog moral antara pemerintah dan wakil rakyat. 

Santunan kepada anak yatim yang diserahkan pada kesempatan tersebut semakin menguatkan pesan bahwa pembangunan bukan semata soal angka dan program, melainkan juga tentang kepedulian dan empati.

"Di tengah suasana Ramadan yang penuh keberkahan, Tarhima menjadi simbol bahwa kebersamaan, keterbukaan, dan keikhlasan adalah fondasi utama dalam melangkah menuju Kabupaten Pati yang lebih makmur dan sejahtera", pungkasnya.

Minggu, Maret 01, 2026

Jago Merah Lahap Gedung SDN 03 Kutoharjo, Polisi Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa

Jago Merah Lahap Gedung SDN 03 Kutoharjo, Polisi Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa




Jago Merah Lahap Gedung SDN 03 Kutoharjo, Polisi Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa

PATI, PATINEWSCOM 

Kebakaran melanda gedung SDN 03 Kutoharjo, Desa Kutoharjo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Sabtu (28/2/2026) sekitar pukul 18.40 WIB. Peristiwa itu terjadi saat kondisi lingkungan sekolah relatif sepi karena aktivitas belajar mengajar telah usai. Api terlihat membesar dari salah satu bagian bangunan dan memicu kepanikan warga sekitar.

Lokasi sekolah yang berada tepat di depan Balai Desa Kutoharjo, di Jalan Raya Pati–Tayu Km 1, membuat kobaran api dengan cepat menjadi perhatian masyarakat. Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera melaporkan ke pihak berwenang. Tak lama berselang, petugas kepolisian dan pemadam kebakaran tiba di lokasi untuk melakukan penanganan.

Kapolresta Pati melalui Kapolsek Pati Kota, Iptu Heru Purnomo, mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari warga. 

"Begitu mendapat informasi, anggota kami langsung menuju lokasi untuk mengamankan area dan membantu proses pemadaman," ujarnya.

Dua unit kendaraan pemadam kebakaran milik Pemda Kabupaten Pati diterjunkan untuk menjinakkan si jago merah. Petugas berjibaku memadamkan api agar tidak merembet ke bangunan lain di sekitar sekolah. Setelah dilakukan upaya intensif, api akhirnya berhasil dipadamkan dan situasi dinyatakan aman serta terkendali.

Iptu Heru Purnomo memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

 "Alhamdulillah tidak ada korban luka maupun korban jiwa. Saat kejadian gedung dalam keadaan kosong," jelasnya. Meski demikian, sejumlah ruang kelas dilaporkan mengalami kerusakan akibat terbakar.

Menurut Iptu Heru Purnomo, kerugian yang ditimbulkan bersifat materiil. 

"Untuk sementara kami masih melakukan pendataan terkait kerusakan dan taksiran kerugian. Tim juga melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran," tegasnya.

Pihak kepolisian telah memasang garis pengaman di sekitar lokasi guna kepentingan penyelidikan. Iptu Heru Purnomo menambahkan, olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan guna memastikan sumber api, apakah berasal dari korsleting listrik atau faktor lain. 

"Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak berspekulasi sebelum hasil penyelidikan keluar," katanya.

Iptu Heru Purnomo juga mengapresiasi kesigapan warga dan petugas pemadam kebakaran yang membantu proses pemadaman. 

"Sinergi yang cepat antara warga, damkar, dan kepolisian sangat membantu sehingga api tidak sampai meluas," pungkasnya. 

Hingga malam hari, situasi di sekitar SDN 03 Kutoharjo terpantau kondusif dan aktivitas masyarakat kembali normal.

(Humas Resta Pati)

Sabtu, Februari 28, 2026

Ratusan Mualaf se-Kabupaten Pati Terima Santunan Ramadan

Ratusan Mualaf se-Kabupaten Pati Terima Santunan Ramadan





Ratusan Mualaf se-Kabupaten Pati Terima Santunan Ramadan


PATI, 28 Februari 2026 — Sebanyak sekitar 300 mualaf se-Kabupaten Pati menerima santunan dan bingkisan Ramadan dalam kegiatan Berkah Ramadan 1447 H di Pendopo Kabupaten Pati, Sabtu (28/2). 

Program hasil kolaborasi Baznas Kabupaten Pati dan Rumah Mualaf MUI ini digelar untuk memperkuat dukungan moral, sosial, dan pembinaan keagamaan bagi para mualaf selama bulan suci.

Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dirancang bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab sosial-keagamaan pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan.

"Berkah Ramadan dirancang tidak sekadar sebagai agenda seremonial, tetapi sebagai wujud nyata kasih sayang dan tanggung jawab sosial-keagamaan kepada saudara-saudara mualaf," tegas Chandra di hadapan para peserta.

Ia menambahkan, pendampingan berkelanjutan menjadi bagian penting agar para mualaf tidak merasa berjalan sendiri dalam menapaki kehidupan barunya sebagai muslim, sekaligus memperkuat posisi mereka di tengah masyarakat.

"Kegiatan ini juga merupakan bentuk nyata kepedulian dan kasih sayang kita bersama agar saudara-saudara mualaf semakin kuat menapaki jalan keislamannya," ujarnya.

Sementara itu, Plt. Ketua Baznas Kabupaten Pati, Sunarwi, menjelaskan bahwa terselenggaranya program tersebut tidak lepas dari kontribusi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pati melalui optimalisasi zakat dan sedekah.

"Kekuatan sedekah dan kepedulian ASN menjadi fondasi utama berjalannya program Berkah Ramadan sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan," ujar Sunarwi.

Menurutnya, selain bantuan materiil, pembinaan keagamaan juga terus diperkuat melalui majelis taklim mualaf yang inklusif dan berkelanjutan, guna membangun rasa percaya diri serta mempererat ukhuwah Islamiyah di antara para peserta.

Setiap penerima manfaat memperoleh paket bantuan berupa beras 5 kilogram, gula pasir 1 kilogram, minyak goreng 1 kilogram, teh, mi instan 5 bungkus, 1 buah sajadah, dan uang tunai sebesar Rp 150 ribu. 

Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar sekaligus memberikan penguatan spiritual bagi para mualaf.

Dengan kolaborasi lintas lembaga, Pemkab Pati berharap dukungan kepada mualaf tidak berhenti pada momentum Ramadan, melainkan berlanjut melalui pendampingan yang terstruktur dan berkesinambungan.

Jumat, Februari 27, 2026

Seribu Yatim di Kabupaten Pati Terima Santunan

Seribu Yatim di Kabupaten Pati Terima Santunan


Seribu Yatim di Kabupaten Pati Terima Santunan 


PATI, 26 Februari 2026 — Suasana Pendopo Kabupaten Pati terasa berbeda pada Kamis (26/2). Senyum polos anak-anak berpadu dengan haru, menghadirkan potret kemanusiaan yang sederhana namun penuh makna. 

Acara penyerahan santunan tersebut merupakan program rutin PT Sukun yang pada tahun 2026 ini telah memasuki pelaksanaan kesembilan. 

Di Kabupaten Pati sendiri, sebanyak 1.000 anak yatim menerima manfaat berupa bantuan uang tunai, sebagai upaya meringankan beban hidup sekaligus menguatkan harapan masa depan mereka.

Kehadiran Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, dalam kegiatan tersebut menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap langkah-langkah kemanusiaan yang lahir dari kolaborasi lintas sektor.

Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyebut kegiatan ini sebagai contoh konkret sinergi antara dunia usaha dan pemerintah dalam menjawab persoalan sosial masyarakat.

Menurutnya, santunan tidak hanya dimaknai sebagai bantuan materi, tetapi juga sebagai bentuk perhatian yang memberi dampak psikologis dan sosial bagi anak-anak yatim serta kaum duafa. Di tengah keterbatasan yang mereka hadapi, sentuhan empati menjadi penguat agar mereka tetap tumbuh dengan rasa percaya diri dan semangat menjalani kehidupan.

Sementara itu, Corporate Secretary PT Sukun, Deka Hendratmanto, menyampaikan bahwa keberlanjutan perusahaan harus sejalan dengan kebermanfaatan bagi masyarakat. 

Menurutnya, perusahaan yang terus hidup dan berkembang memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan nilai tambah sosial melalui program CSR yang berkelanjutan.

Program santunan ini sekaligus menjadi refleksi bahwa penyelesaian persoalan umat, khususnya pemenuhan kebutuhan dasar kelompok rentan, membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dipanggil untuk berjalan beriringan, membangun kepedulian yang nyata, bukan sekadar wacana.

Plt. Bupati Pati pun dalam pidatonya, menyambut baik kegiatan yang menjadi bentuk sinergi kolaborasi yang kuat antara pihak swasta dan pihak pemerintah dalam mengatasi berbagai problematika umat, khususnya untuk memenuhi kebutuhan dasar. 

"Lebih dari itu, santunan memang juga memiliki makna yang sangat dalam, yaitu untuk meringankan beban psikologis sosial anak-anak yatim dan kaum duafa," pungkasnya.