Previous
Next

Jumat, Maret 13, 2026

Gagalkan Aksi Adu Mekanik di Jalan MH Thamrin, Polsek Pati Kota Amankan Tiga Remaja

Gagalkan Aksi Adu Mekanik di Jalan MH Thamrin, Polsek Pati Kota Amankan Tiga Remaja


Gagalkan Aksi Adu Mekanik di Jalan MH Thamrin, Polsek Pati Kota  Amankan Tiga Remaja

 Kepolisian Sektor (Polsek) Pati Kota berhasil menggagalkan dugaan aksi tawuran antar kelompok remaja di wilayah Kota Pati pada Jumat dini hari (13/3/2026). Dalam kegiatan patroli rutin Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) selama bulan Ramadan, petugas mengamankan tiga anak remaja yang diduga akan melakukan penyerangan terhadap kelompok pemuda lain di kawasan Jalan MH Thamrin Pati.

Peristiwa tersebut bermula saat personel Polsek Pati Kota melakukan patroli dini hari guna mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Petugas kemudian mendapatkan informasi adanya sekelompok remaja yang diduga akan melakukan aksi balasan penyerangan terhadap pemuda yang sedang nongkrong di sebuah angkringan di kawasan Kampung Dosoman, Kelurahan Pati Wetan.

Dari hasil patroli tersebut, polisi berhasil mengamankan tiga remaja yang diduga terlibat dalam rencana tawuran. Ketiganya masing-masing berinisial AS (18), AP (16), dan FS (16). Selain itu, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa tiga unit sepeda motor serta dua unit telepon genggam yang diduga digunakan untuk berkomunikasi dalam rencana aksi tersebut.

Kapolresta Pati melalui Kapolsek Pati Kota Iptu Heru Purnomo menjelaskan bahwa para remaja tersebut sebelumnya berkumpul bersama sejumlah temannya dalam sebuah pesta minuman keras di wilayah Desa Sidokerto, Kecamatan Pati. Setelah acara tersebut selesai, sebagian dari mereka diduga berencana melakukan aksi balasan terhadap kelompok pemuda yang berada di angkringan Jalan MH Thamrin.

"Dari hasil pemeriksaan sementara, para remaja ini mengaku sempat berkumpul bersama teman-temannya dan berencana mendatangi lokasi angkringan untuk melakukan penyerangan sebagai aksi balasan," ujar Iptu Heru Purnomo.

Ia menambahkan bahwa aksi tersebut berhasil dicegah berkat patroli dini hari yang dilakukan anggota Polsek Pati Kota. Saat tiba di lokasi, sebagian remaja lainnya melarikan diri, sementara tiga orang berhasil diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

"Kami berhasil mengamankan tiga anak remaja beserta barang bukti. Sementara beberapa rekan mereka melarikan diri dan masih dalam proses penelusuran," jelasnya.

Menurutnya, pihak kepolisian saat ini masih melakukan pemeriksaan dan klarifikasi terhadap para remaja yang diamankan. Selain itu, orang tua maupun pihak sekolah juga dipanggil untuk melakukan pendampingan serta pembinaan terhadap anak-anak tersebut.

"Kami mengundang orang tua dan pihak sekolah agar bersama-sama melakukan pembinaan. Harapannya kejadian seperti ini tidak terulang kembali," tegas Iptu Heru Purnomo.

Polsek Pati Kota juga mengimbau para orang tua untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hari. Dengan keterlibatan keluarga dan masyarakat, diharapkan potensi kenakalan remaja seperti tawuran dapat dicegah sejak dini demi menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Pati.
Forum Wartawan Pati Silaturahmi dengan Plt Bupati, Perkuat Sinergi Media dan Pemerintah

Forum Wartawan Pati Silaturahmi dengan Plt Bupati, Perkuat Sinergi Media dan Pemerintah


Forum Wartawan Pati Silaturahmi dengan Plt Bupati, Perkuat Sinergi Media dan Pemerintah

PATIForum Wartawan Pati (FWP) menggelar silaturahmi dengan Pelaksana Tugas Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, di ruang Sekretariat Daerah Kabupaten Pati, Kamis (12/3/2026). Pertemuan tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pati Sugiyono beserta jajaran.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua terpilih FWP periode 2026–2029, Ari Saptono, menyampaikan harapan agar Pemerintah Kabupaten Pati terus mendukung keberadaan FWP yang telah berdiri sejak 2018.

"Tujuan kami ingin difasilitasi oleh Pak Plt Bupati untuk pelantikan forum. Mari kita kuatkan sinergi yang selama ini sudah terbangun antara pemerintah dengan FWP," ujar Ari Saptono yang juga Pimpinan Redaksi Mondes.

Menanggapi hal tersebut, Risma Ardhi Chandra menyampaikan apresiasi terhadap peran FWP yang selama ini telah menjalin hubungan baik dengan pemerintah daerah. Ia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan sinergi yang telah terbangun.

"Semua demi Kabupaten Pati. Media memiliki peran penting dalam menginformasikan kegiatan pemerintah kepada masyarakat, dan kami juga membutuhkan dukungan teman-teman media untuk mempublikasikan program yang kami jalankan," ujar Chandra.

Dalam pertemuan tersebut, Plt Bupati juga menawarkan agenda diskusi santai atau ngobrol bareng bersama FWP guna membahas berbagai isu strategis di Kabupaten Pati.

Chandra turut memaparkan sejumlah rencana kerja pemerintah daerah ke depan, mulai dari pembangunan infrastruktur, pengembangan potensi wisata, hingga penguatan pengawasan terhadap kinerja pemerintahan.

Ia juga mengajak insan pers yang tergabung dalam FWP untuk ikut mengawal berbagai program pemerintah pusat, salah satunya program Makan Bergizi Gratis yang saat ini menjadi perhatian masyarakat.

"Pati memiliki potensi yang luar biasa, terutama di sektor pariwisata dan budaya. Ada banyak atraksi budaya seperti sedekah bumi yang menjadi ciri khas daerah kita," tambahnya.

Terkait keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi, Chandra menyebut kegiatan Focus Group Discussion (FGD) pada tahun 2026 masih terbatas pada tiga kali pertemuan. Namun, ia berharap jumlah tersebut dapat ditingkatkan pada tahun berikutnya.

"Insyaallah tahun depan kalau infrastruktur sudah berjalan baik, pertemuan tidak hanya tiga kali, mungkin bisa enam kali. Kami membutuhkan dukungan semua pihak untuk bersama-sama menjaga kondusivitas daerah," tandasnya.

Perkuat Pemahaman Kebijakan Keimigrasian, Imigrasi Pati Sosialisasikan Global Citizen of Indonesia dan Golden Visa

Perkuat Pemahaman Kebijakan Keimigrasian, Imigrasi Pati Sosialisasikan Global Citizen of Indonesia dan Golden Visa


Perkuat Pemahaman Kebijakan Keimigrasian, Imigrasi Pati Sosialisasikan Global Citizen of Indonesia dan Golden Visa

 

Jepara - Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pati menggelar sosialisasi program Global Citizen of Indonesia dan Golden Visa pada Selasa (10/3/2026) di Hotel D'Season Jepara. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat serta para pemangku kepentingan mengenai kebijakan keimigrasian terbaru yang berkaitan dengan investasi dan mobilitas global.

 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Imigrasi se-Jawa Tengah, perwakilan perusahaan di wilayah Pati dan Jepara, serta komunitas perkawinan campuran Jawa Tengah. Kehadiran berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman bersama sekaligus mendorong sinergi dalam implementasi kebijakan keimigrasian yang adaptif terhadap perkembangan global.

 

Dalam sosialisasi tersebut, Ika Rahmawati dan Agus Tri Harto Hari Sadino hadir sebagai narasumber yang memaparkan materi mengenai program Global Citizen of Indonesia serta kebijakan Golden Visa. Keduanya menjelaskan berbagai aspek penting terkait tujuan, manfaat, mekanisme, hingga persyaratan pengajuan program tersebut.

 

Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan yang juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Dalam sesi tersebut, peserta menyampaikan berbagai pertanyaan terkait dinamika keimigrasian, khususnya yang berkaitan dengan investasi, mobilitas global, serta perkawinan campuran.

 

Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pati berharap sosialisasi ini dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada masyarakat mengenai kebijakan keimigrasian yang terus berkembang. Program Global Citizen of Indonesia dan Golden Visa diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal serta berkontribusi dalam mendorong peningkatan investasi dan kerja sama internasional di Indonesia.

 

Kegiatan kemudian ditutup dengan acara buka puasa bersama yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, sekaligus menjadi momentum mempererat silaturahmi antara jajaran Imigrasi dan para peserta yang hadir.

Half your clicks aren't real 👻

Half your clicks aren't real 👻

Here's what's actually going on ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌
WP Mail SMTP

Hey there,

Every week I report on the newsletter stats in our team meeting. Open rates, click-through rates, what performed well, what didn't. I take it very seriously. Probably too seriously. These emails are my baby.
 

So imagine me, sitting in our weekly meeting a few months back, pulling up the latest numbers, and realising that the click-through rate had dropped by HALF for the last three emails.
 

I immediately went into full spiral mode. Were people finally sick of hearing about email deliverability? Had I used too many emojis in the subject line? Not enough emojis? Was it something I said? Was it the squirrel story? People loved the squirrel story. Didn't they??
 

I spent the rest of the afternoon going through recent emails trying to figure out what I'd done wrong. Which one was the culprit? What had changed?
 

What actually happened is that our email platform updated how it filters out bot activity. And a huge chunk of all those "clicks" we'd been celebrating for months had never been real people at all.
 

I had to go back to the team and explain that the numbers hadn't actually dropped but rather they'd just been artificially high this whole time. Which is a weird thing to feel relieved and insulted by simultaneously.
 

Anyway. Here's what's going on, because I had no idea about any of this until I went down the rabbit hole, and I suspect most people don't either.
 

When you send an email, it passes through a gauntlet of security filters like corporate firewalls and spam scanners before it reaches a human being. And these systems don't just look at your email. They click your links checking for phishing, malware, anything dodgy.
 

Which is great! That's exactly what you want security tools to do. The problem is that those automated clicks get recorded as real engagement. So when you look at your email reports and see a nice healthy click-through rate, some percentage of that (probably 20% to 60%+ depending on your audience) is robots.
 

I know. Welcome to my afternoon of existential crisis.
 

Now, you might be thinking "I don't send marketing emails. I send order confirmations and password resets. Why should I care about this?"
 

Fair question. But if you're using any kind of email tracking to monitor what's happening with your site's emails (which you should be) this affects you too.
 

Say you're looking at your WP Mail SMTP email logs and tracking open and click rates on your transactional emails. You might see that your password reset emails have a 90% click rate and think "brilliant, people are getting those and using them." But if a security filter pre-clicked that reset link before the recipient even opened the email, your data is telling you a story that isn't true.
 

It gets weirder. Some security bots will click a password reset link, follow it through, and potentially even trigger the "this link has been used" expiry, meaning by the time the actual human clicks it, the link doesn't work anymore. They're left thinking your site is broken when really a robot got there first.
 

The same thing can happen with one-click unsubscribe links. A bot dutifully clicks every link in the email, accidentally unsubscribes someone who never asked to be unsubscribed, and you've just lost a subscriber to a machine that was trying to protect them.
 

There isn't a magic solution to this, unfortunately. It's one of those messy realities of how email works now. But a few things are worth knowing:
 

Email open rates have been unreliable for years. Apple's Mail Privacy Protection started pre-loading tracking pixels back in 2021, which made open rates essentially meaningless for a large chunk of recipients. Click rates were supposed to be the more reliable metric. Now they're getting muddied too.
 

Look at what happens AFTER the click. The most reliable way to tell if real people are engaging with your emails is to look at your website analytics. Did someone actually land on the page? Did they complete the action? If your email reports show lots of clicks but your site analytics show otherwise, you might be counting robots.
 

Transactional email speed matters here. The faster your email arrives after someone requests it, the more likely a human gets to the link before a security bot does. This is especially true for time-sensitive things like password resets. If there's a delay in sending, the security scanner has more time to get there first.
 

Why transactional email speed matters
 

As for our newsletter, I've made peace with the fact that our real click rate is lower than I thought. My pride has taken a small hit. But on the bright side, it means if you're reading this and you click on something, I can be reasonably confident you're a real person who made that choice on purpose. 
 

Unless you ARE a robot. In which case, welcome. Please don't click the unsubscribe link.
 

Rachel
Product Educator, WP Mail SMTP

 

P.S. Was this email helpful? 
 

We're ❤️ Hiring!
Join Our Team

Have a Question? Send Us a Message


© 2026 WPForms, LLC. All Rights Reserved.
400 Executive Center Drive, Ste 208, West Palm Beach, FL 33401

You received this email because you're subscribed to the WP Mail SMTP mailing list.


Privacy Policy  |  Contact Us |  Unsubscribe

Kamis, Maret 12, 2026

5.475 Botol Miras Ilegal Disita, Polresta Pati Tegaskan Perang terhadap Peredaran Minuman Keras

5.475 Botol Miras Ilegal Disita, Polresta Pati Tegaskan Perang terhadap Peredaran Minuman Keras




5.475 Botol Miras Ilegal Disita, Polresta Pati Tegaskan Perang terhadap Peredaran Minuman Keras

PATI – Peredaran minuman keras ilegal menjadi salah satu fokus utama dalam Operasi Pekat Candi 2026. Polresta Pati berhasil menyita sebanyak 5.475 botol miras dari berbagai jenis dan merek dalam ungkap kasus yang digelar pada hari Selasa 12 Maret 2026 di Mapolresta Pati.

Ribuan botol miras tersebut diamankan dari berbagai lokasi di wilayah Kabupaten Pati selama operasi berlangsung.

Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi menegaskan bahwa peredaran miras ilegal sering menjadi pemicu berbagai tindak kriminal.

"Dalam Operasi Pekat Candi kami berhasil mengamankan 5.475 botol minuman keras ilegal," ujarnya.

Ia mengatakan konsumsi miras sering memicu gangguan keamanan.

"Banyak tindak kriminal yang berawal dari pengaruh minuman keras," jelasnya.

Karena itu Polresta Pati melakukan penindakan secara serius.

"Kami berkomitmen memberantas peredaran miras ilegal di wilayah Kabupaten Pati," tegasnya.

Selain razia, polisi juga melakukan patroli rutin.

"Kami terus melakukan pengawasan dan patroli di lokasi yang berpotensi menjadi tempat peredaran miras," katanya.

Kapolresta juga mengajak masyarakat ikut menjaga lingkungan.

"Kami mengimbau masyarakat tidak menjual maupun mengonsumsi minuman keras ilegal," ungkapnya.

Ia menegaskan penindakan akan terus dilakukan.

"Upaya pemberantasan miras ilegal akan terus kami lakukan secara berkelanjutan," pungkasnya.

(Humas Resta Pati)