Ditanya Soal Siapa Dalang Skenario Politik yang Menjatuhkannya, Sudewo: "Wong Pati Ngerti Kabeh!"
PATINEWSCOM
Bupati Pati nonaktif Sudewo melontarkan pernyataan keras usai menjalani sidang perkara dugaan korupsi terkait pengisian perangkat desa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Rabu (29/7/2026).
Di hadapan awak media, Sudewo mengibaratkan perkara yang menjeratnya sebagai "maling teriak maling". Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk penolakannya terhadap tuduhan yang dialamatkan kepadanya.
"Kalau saya istilahkan, kasus pengisian perangkat desa ini adalah maling teriak maling. Betul-betul maling teriak maling," kata Sudewo kepada wartawan usai persidangan.
Menurut Sudewo, pihak yang menurutnya melakukan kesalahan justru berupaya mengalihkan perhatian dengan menuduh orang lain yang tidak terlibat.
"Maling yang sesungguhnya, yang benar-benar nyata, justru berteriak supaya orang lain yang tidak melakukan apa-apa ditangkap," ujarnya.
Tanggapi Kesaksian di Persidangan
Sudewo juga dimintai tanggapan mengenai keterangan saksi Mujiburrahman yang, menurut wartawan, mengaku mendengar penyebutan nama Sudewo dari pihak lain dalam perkara tersebut.
Menanggapi hal itu, Sudewo meminta agar konfirmasi dilakukan langsung kepada pihak yang disebut dalam kesaksian tersebut.
"Nanti dikonfirmasi saja kepada Pak Sumarjono dan Pak Sukarjan, karena itu kan tidak langsung dari saya," katanya.
Klaim Jadi Korban Skenario Politik
Dalam kesempatan yang sama, Sudewo menyatakan dirinya merasa menjadi korban dalam perkara yang sedang bergulir. Ia mengklaim ada skenario politik yang bertujuan menjatuhkan dirinya.
"Saya memang jadi korban. Ini memang ada skenario politik supaya saya jatuh," ucapnya.
Saat ditanya siapa pihak yang dimaksud berada di balik dugaan skenario tersebut, Sudewo tidak menyebut nama tertentu.
"Wong Pati ngerti kabeh," ujarnya singkat.
#pati #jateng
#virals #fyp #jangkauanluas
PATINEWSCOM
Bupati Pati nonaktif Sudewo melontarkan pernyataan keras usai menjalani sidang perkara dugaan korupsi terkait pengisian perangkat desa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Rabu (29/7/2026).
Di hadapan awak media, Sudewo mengibaratkan perkara yang menjeratnya sebagai "maling teriak maling". Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk penolakannya terhadap tuduhan yang dialamatkan kepadanya.
"Kalau saya istilahkan, kasus pengisian perangkat desa ini adalah maling teriak maling. Betul-betul maling teriak maling," kata Sudewo kepada wartawan usai persidangan.
Menurut Sudewo, pihak yang menurutnya melakukan kesalahan justru berupaya mengalihkan perhatian dengan menuduh orang lain yang tidak terlibat.
"Maling yang sesungguhnya, yang benar-benar nyata, justru berteriak supaya orang lain yang tidak melakukan apa-apa ditangkap," ujarnya.
Tanggapi Kesaksian di Persidangan
Sudewo juga dimintai tanggapan mengenai keterangan saksi Mujiburrahman yang, menurut wartawan, mengaku mendengar penyebutan nama Sudewo dari pihak lain dalam perkara tersebut.
Menanggapi hal itu, Sudewo meminta agar konfirmasi dilakukan langsung kepada pihak yang disebut dalam kesaksian tersebut.
"Nanti dikonfirmasi saja kepada Pak Sumarjono dan Pak Sukarjan, karena itu kan tidak langsung dari saya," katanya.
Klaim Jadi Korban Skenario Politik
Dalam kesempatan yang sama, Sudewo menyatakan dirinya merasa menjadi korban dalam perkara yang sedang bergulir. Ia mengklaim ada skenario politik yang bertujuan menjatuhkan dirinya.
"Saya memang jadi korban. Ini memang ada skenario politik supaya saya jatuh," ucapnya.
Saat ditanya siapa pihak yang dimaksud berada di balik dugaan skenario tersebut, Sudewo tidak menyebut nama tertentu.
"Wong Pati ngerti kabeh," ujarnya singkat.
#pati #jateng
#virals #fyp #jangkauanluas