Previous
Next

Selasa, April 21, 2026

Menelisik Jejak Raden Ajeng Kartini dalam Seni Ukir Jepara

Menelisik Jejak Raden Ajeng Kartini dalam Seni Ukir Jepara

Salah satu perempuan pengukir di Jepara.JPG
Menelisik Jejak Raden Ajeng Kartini dalam Seni Ukir Jepara

JEPARA — PATINEWSCOM

Seni ukir Jepara bukan sekadar karya estetika, melainkan jejak panjang sejarah, budaya, dan perjuangan yang terus hidup lintas generasi. Nilai tersebut kembali diangkat dalam Pameran TATAH 2026 bertajuk Suluk – Sulur – Jepara yang akan digelar di Museum Nasional Indonesia pada 29 April hingga 5 Juli 2026.

Pendekatan riset historis menjadi fondasi utama pameran ini. Salah satu peneliti, Susi Ernawati Susindra, menegaskan bahwa riset bukan sekadar mengumpulkan data, tetapi menggali “jiwa” dari narasi ukir Jepara.

“Semakin kuat risetnya, semakin tinggi kredibilitas pameran dalam menyajikan sejarah yang autentik,” ujarnya.

Penelusuran terhadap ratusan surat keluarga Kartini mengungkap fakta penting bahwa peran Kartini dalam mengembangkan ekonomi kreatif telah dimulai jauh sebelum korespondensinya dikenal luas di Eropa. Pada usia 19 tahun, Kartini bahkan telah menggagas pemberdayaan pengrajin perempuan di Desa Mulyoharjo dan mengirim karya ke pameran internasional di Den Haag tahun 1898.

Dalam ajang tersebut, Kartini bersama adiknya, Kardinah dan Roekmini, memperkenalkan karya ukir Jepara melalui Paviliun Japara. Langkah ini menjadi strategi awal rebranding kriya Jepara yang saat itu tengah mengalami kemunduran.

Tidak berhenti di Belanda, karya ukir Jepara juga menembus pameran di Paris hingga Osaka, Jepang. Di Osaka, Kartini mengirimkan karya unggulan berupa sketsel ukir yang kemudian tercatat dalam literatur sejarah awal abad ke-20.

Dalam prosesnya, Kartini juga berani mendobrak tabu, termasuk memperkenalkan motif wayang dalam ukiran, yang sempat dianggap melanggar tradisi. Dukungan ayahnya, Raden Mas Adipati Sosroningrat, menjadi kunci keberhasilan inovasi tersebut hingga dikenal di tingkat global.

Lebih jauh, pameran ini juga mengangkat peran perempuan dalam ekosistem ukir Jepara. Sejak dahulu, perempuan memegang peran penting, mulai dari proses awal hingga kini berkembang menjadi desainer, pemasar, hingga pelaku usaha mandiri di bidang kriya.

Sebagai penguatan narasi, riset ini juga akan dituangkan dalam buku yang diluncurkan bersamaan dengan pameran. Dokumentasi tersebut mencakup teknik ukir tradisional hingga arsip penting dari berbagai sumber, termasuk perpustakaan digital Belanda.

Di bawah arahan Veronica Rompies, TATAH 2026 diharapkan menjadi ruang refleksi sekaligus apresiasi terhadap kekayaan kriya Nusantara.

Pameran ini menegaskan bahwa seni ukir Jepara bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan tradisi hidup yang terus berkembang—ditopang oleh riset, ingatan sejarah, dan tangan-tangan kreatif yang menjaga keberlanjutannya.

#kartini #fyp #virals
Pemkab Pati Percepat Penanganan TBC, 120 Titik Cek Kesehatan Gratis Disiapkan

Pemkab Pati Percepat Penanganan TBC, 120 Titik Cek Kesehatan Gratis Disiapkan

36348137-fe1f-46c3-8360-f11642fccd06.jpg

Pemkab Pati Percepat Penanganan TBC, 120 Titik Cek Kesehatan Gratis Disiapkan

PATI — Pemerintah Kabupaten Pati bersama Kementerian Kesehatan RI mempercepat penanganan tuberkulosis (TBC) melalui program cek kesehatan gratis di 120 titik. Langkah ini diambil menyusul temuan 2.658 kasus TBC pada tahun sebelumnya.

Program tersebut diperkuat melalui kunjungan Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, di Balai Desa Kutoharjo, Selasa (21/4/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari intervensi pemerintah pusat di daerah dengan beban kasus tinggi.

Upaya percepatan penanganan juga merespons peringatan World Health Organization yang menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah kasus TBC terbanyak kedua di dunia.

“Diharapkan sebelum akhir tahun, 120 titik layanan ini bisa menjangkau masyarakat yang tertular untuk segera diperiksa dan diobati,” ujar Benjamin.

Dalam implementasinya, layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan gratis, termasuk foto rontgen bagi keluarga pasien. Langkah ini bertujuan mendeteksi penularan secara dini sekaligus menentukan penanganan lanjutan.

“Bagi yang belum terinfeksi akan diberikan terapi pencegahan, sementara yang sudah terpapar langsung diobati agar tidak menular lebih luas,” jelasnya.

Selain intervensi medis, pemerintah juga menyoroti faktor lingkungan sebagai penyebab penyebaran TBC. Pendataan rumah tidak layak huni mulai dilakukan, terutama yang memiliki ventilasi buruk.

“Di Pati, sudah ada 34 rumah yang didaftarkan untuk direnovasi,” tambahnya.

Sementara itu, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menegaskan bahwa pemerintah daerah akan melakukan validasi ulang data pasien untuk memastikan penanganan berjalan efektif.

“Ada 2.658 pasien di tahun lalu, dan tahun ini akan kita cek kembali. Semua data akan kita finalisasi dalam 10 hari ke depan,” tegasnya.

Ia juga memastikan pendataan diperluas hingga ke keluarga pasien guna memutus rantai penularan di tingkat rumah tangga.

Usai agenda di Kutoharjo, rombongan Wakil Menteri Kesehatan melanjutkan kunjungan ke Desa Tlogomojo, Kecamatan Batangan, untuk menyerahkan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni bagi penderita TBC sebagai bagian dari intervensi terpadu.

Melalui langkah ini, pemerintah berharap penanganan TBC di Kabupaten Pati dapat lebih terstruktur, cepat, dan mampu menekan angka penularan secara signifikan.

#fyp #virals #jangkauanluas #pati #jateng

Senin, April 20, 2026

Tutup Pesta Siaga 2026, Plt Bupati Pati Tekankan Pembinaan Karakter Generasi Muda

Tutup Pesta Siaga 2026, Plt Bupati Pati Tekankan Pembinaan Karakter Generasi Muda

fa1355aa-4843-4ee1-abf1-81b1bed7bae4.jpg

Tutup Pesta Siaga 2026, Plt Bupati Pati Tekankan Pembinaan Karakter Generasi Muda

PATI — Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra menghadiri penutupan Pesta Siaga Kwartir Cabang Pati Tahun 2026 yang digelar di Alun-Alun Kembang Joyo, Sabtu (18/4/2026).

Kegiatan yang diikuti berbagai sekolah dasar di Kabupaten Pati ini menjadi bagian dari upaya pembinaan karakter generasi muda melalui gerakan pramuka, khususnya bagi peserta didik tingkat siaga.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan beragam materi edukatif, mulai dari keterampilan tali-temali, penggunaan kompas, hingga penguatan nilai keagamaan dan toleransi. Selain itu, wawasan kebangsaan juga menjadi bagian penting dalam pembelajaran guna menanamkan rasa cinta tanah air sejak dini.

Dalam sambutannya, Chandra menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai Pesta Siaga memiliki peran strategis dalam membentuk karakter anak-anak agar lebih disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab.

“Acara seperti ini adalah acara yang luar biasa dan sangat berguna bagi adik-adik semua,” ujarnya.

Ia juga berharap seluruh ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga.

“Semoga ilmunya bermanfaat, dan adik-adik semua bisa menjadi anak yang hebat, rajin, disiplin, serta patuh kepada orang tua,” tambahnya.

Pesta Siaga ini tidak hanya menjadi ajang edukasi, tetapi juga sarana membangun kebersamaan, sportivitas, serta memperkuat nilai-nilai positif di kalangan generasi muda.

Pemerintah Kabupaten Pati berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam mencetak generasi penerus yang berkarakter dan berdaya saing

Minggu, April 19, 2026

Pencurian Mesin Traktor di Sawah Dukuh Randu Kutoharjo Pati, Dua Unit Digondol Sekaligus

Pencurian Mesin Traktor di Sawah Dukuh Randu Kutoharjo Pati, Dua Unit Digondol Sekaligus

Uploaded Image
Pencurian Mesin Traktor di Sawah Dukuh Randu Kutoharjo Pati, Dua Unit Digondol Sekaligus

PATI — PATINEWSCOM 

Aksi pencurian kembali meresahkan warga. Kali ini, dua unit mesin traktor dilaporkan hilang di Dukuh Randu, Desa Kutoharjo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati pada Sabtu (18/4/2026).

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui pada pagi hari saat pemilik hendak menggunakan traktor untuk membajak sawah, seiring dimulainya musim tanam. Namun saat tiba di lokasi, korban mendapati kondisi traktor sudah tidak utuh.

“Pagi-pagi mau ke sawah untuk mulai tanam, tapi pas dicek mesinnya sudah tidak ada. Tinggal roda sama kerangkanya saja,” ungkap warga setempat.

Diketahui, pelaku mengambil dua mesin traktor sekaligus yang dimiliki oleh satu orang pemilik. Hingga saat ini, pemilik memilih untuk tidak disebutkan identitasnya.

Aksi pencurian ini diduga terjadi pada malam hingga dini hari, saat kondisi lingkungan sepi. Pelaku memanfaatkan kelengahan situasi untuk membongkar mesin dari rangka traktor yang berada di area persawahan.

Kasus ini menambah kekhawatiran petani, terutama di tengah momentum musim tanam yang membutuhkan kesiapan alat pertanian. Kerugian yang ditimbulkan tidak hanya secara materi, tetapi juga berpotensi menghambat aktivitas pengolahan lahan.

Warga berharap aparat kepolisian segera melakukan penyelidikan dan meningkatkan patroli keamanan di wilayah tersebut. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dengan mengamankan alat pertanian serta tidak meninggalkannya tanpa pengawasan.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya sistem keamanan lingkungan di kawasan pertanian, mengingat tingginya nilai ekonomis peralatan serta perannya yang vital bagi produktivitas petani.


Sabtu, April 18, 2026

Plt Bupati Pati Larang Pungutan Sekolah Negeri, Arahkan Wisata Siswa ke Destinasi Lokal

Plt Bupati Pati Larang Pungutan Sekolah Negeri, Arahkan Wisata Siswa ke Destinasi Lokal

8e2baebc-b41f-4a5f-8f35-c3ca8f35bccc.jpg

Plt Bupati Pati Larang Pungutan Sekolah Negeri, Arahkan Wisata Siswa ke Destinasi Lokal


PATI — Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan larangan segala bentuk pungutan di sekolah negeri sekaligus mendorong kegiatan wisata siswa tetap dilakukan di dalam daerah. Kebijakan tersebut disampaikan saat menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPC Kabupaten Pati Tahun 2026 di Hotel Gitrary, Kamis (16/4/2026).

Langkah ini diambil sebagai upaya melindungi orang tua dari beban biaya tambahan, sekaligus menggerakkan perekonomian lokal melalui sektor pariwisata dan UMKM.

Dalam keterangannya, Chandra menegaskan bahwa pemerintah daerah telah mengeluarkan edaran resmi yang melarang pungutan dalam bentuk apa pun di sekolah negeri, termasuk yang dilakukan melalui komite sekolah.

“Kemarin kami sosialisasikan tidak boleh ada pungutan di sekolah negeri, apa pun alasannya. Untuk komite dan lainnya sudah kami keluarkan edaran untuk dilarang,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mengarahkan agar kegiatan wisata siswa tidak lagi dilakukan ke luar daerah. Menurutnya, kebijakan ini bertujuan agar perputaran ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat lokal, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kami arahkan agar wisata siswa cukup di dalam daerah saja. Ini supaya ekonomi lokal bergerak dan UMKM kita bisa ikut merasakan dampaknya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Chandra menyoroti sektor infrastruktur yang masih membutuhkan pembenahan, baik dari sisi teknis maupun administratif. Ia menegaskan bahwa perbaikan akan dilakukan secara bertahap dan terstruktur.

Di sektor kesehatan, Pemkab Pati juga berupaya meningkatkan kualitas layanan dengan mengoptimalkan jam operasional Puskesmas. Tidak hanya melayani di pagi hari, ke depan layanan kesehatan akan diperluas hingga sore hari guna menjangkau masyarakat secara lebih merata.

“Puskesmas tidak hanya melayani pagi, tetapi juga sore hari agar pelayanan kesehatan bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat,” tambahnya.