Previous
Next

Kamis, April 09, 2026

Pendopo Pati Kembali Jadi Ruang Edukasi

Pendopo Pati Kembali Jadi Ruang Edukasi

Pendopo Pati Kembali Jadi Ruang Edukasi

Uploaded Image


PATI, 8 April 2026 — Suasana Pendopo Kabupaten Pati tampak berbeda dengan adanya kunjungan siswa SD IT Nurul Fikri Trangkil dalam kegiatan outing class, Rabu (8/4). 

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan nilai-nilai sejarah dan identitas daerah kepada generasi muda sejak dini.

Tidak hanya mendengarkan penjelasan, para siswa juga diajak berkeliling pendopo untuk melihat langsung berbagai bagian bangunan yang sarat makna sejarah.

Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, yang menerima langsung kunjungan tersebut, menyampaikan bahwa kunjungan ini bukan sekadar wisata, tetapi juga sarana pembelajaran bagi para siswa.

“Jadi datang ke sini tidak hanya melihat megahnya Pendopo Kabupaten Pati, tetapi harus mengetahui sejarah tentang Kabupaten Pati,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya mengenalkan sejarah daerah kepada anak-anak sebagai bekal dalam memahami jati diri dan perjalanan panjang daerahnya.

“Inilah pentingnya anak-anak semua belajar tentang sejarah supaya memahami bahwa Kabupaten Pati telah berdiri sekitar 703 tahun lalu, sehingga kalian semua ini adalah warisan generasi anak-anak yang hebat yang nantinya menjadi penerus Kabupaten Pati”, pungkasnya.
341 Siswa Ikuti TKA di MTsN 1 Pati, Uji Kemampuan Akademik Jadi Penentu Arah Studi

341 Siswa Ikuti TKA di MTsN 1 Pati, Uji Kemampuan Akademik Jadi Penentu Arah Studi

f6f86539-9e4b-47fd-8afc-d6fb3f976f1e.jpeg
MTsN 1 Pati menyelenggarakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun ajaran 2025/2026 bagi siswa kelas IX. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai Rabu hingga Kamis (8–9 April), sebagai bagian dari evaluasi capaian akademik siswa.

Ketua Panitia TKA, Lailatun Ni’mah, menyampaikan bahwa total peserta yang mengikuti tes mencapai 341 siswa, terdiri dari 148 siswa laki-laki dan 193 siswa perempuan.

“Tes Kemampuan Akademik ini diikuti oleh 341 siswa kelas IX, terdiri dari 148 siswa laki-laki dan 193 siswa perempuan,” ujarnya.

Ia memastikan bahwa seluruh sarana dan prasarana telah dipersiapkan secara maksimal guna mendukung kelancaran pelaksanaan tes. Berbagai perangkat, mulai dari client utama dan cadangan, laptop proktor, hingga perlengkapan pengawas seperti tripod, webcam, dan headset telah tersedia.

“Secara sarana prasarana siap 100 persen. Kami juga telah menyelesaikan pengaturan IP untuk aplikasi exam browser baik untuk pelaksanaan TKA maupun AN,” jelasnya.

Pelaksanaan TKA dibagi menjadi tiga sesi setiap harinya. Pada hari pertama, materi yang diujikan meliputi Matematika dan Survei Karakter, sementara hari kedua difokuskan pada Bahasa Indonesia dan Sulingjar.

Lailatun menambahkan, hingga pelaksanaan hari kedua, tidak ditemukan kendala berarti baik dari sisi server maupun perangkat. Seluruh peserta juga tercatat hadir tanpa ada yang absen.

Sementara itu, Kepala MTsN 1 Pati, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa TKA memiliki peran penting sebagai alat ukur kemampuan akademik siswa.

“TKA ini merupakan jembatan bagi siswa untuk mengukur kemampuan akademik dan mengetahui sejauh mana penguasaan materi mereka. Kami berharap ini menjadi motivasi agar mereka belajar lebih serius,” ungkapnya.

Menurut Wahyu, hasil TKA juga menjadi acuan penting bagi siswa dalam menentukan langkah pendidikan selanjutnya.

“Hasil dari TKA ini membantu siswa mengetahui kekuatan dan kelemahan mereka, sehingga memiliki landasan yang kuat untuk melanjutkan ke sekolah atau madrasah impian,” tambahnya.

Selain itu, pihak madrasah akan memanfaatkan data hasil TKA sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan mutu pendidikan ke depan.

“Dengan hasil TKA ini, kami memiliki basis data yang akurat untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di MTsN 1 Pati,” pungkasnya.

Rabu, April 08, 2026

Motor Warga Bajomulyo yang Hilang Berhasil Ditemukan oleh Polsek Juwana, Diambil Tanpa Pungutan Biaya

Motor Warga Bajomulyo yang Hilang Berhasil Ditemukan oleh Polsek Juwana, Diambil Tanpa Pungutan Biaya


Uploaded Image

Motor Warga Bajomulyo yang Hilang Berhasil Ditemukan oleh Polsek Juwana, Diambil Tanpa Pungutan Biaya

PATI, 8 April 2026 — Rasa haru dan syukur dirasakan Suparno, warga Desa Bajomulyo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, setelah sepeda motor miliknya yang sempat hilang berhasil ditemukan kembali oleh jajaran Polsek Juwana.

Peristiwa kehilangan tersebut terjadi pada Minggu pagi, 5 April 2026, dan langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian. Menindaklanjuti laporan itu, petugas bergerak cepat melakukan penyelidikan di lapangan.

Berkat kesigapan aparat, kendaraan milik korban berhasil ditemukan dalam waktu relatif singkat dan segera dikembalikan kepada pemiliknya. Keberhasilan ini menjadi bukti respons cepat kepolisian dalam menangani laporan masyarakat.

Suparno mengaku sangat berterima kasih atas pelayanan yang diberikan oleh Polsek Juwana. Ia menyebut proses pelaporan hingga penyerahan kendaraan berlangsung mudah, cepat, dan tanpa dipungut biaya.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Polsek Juwana. Motor saya bisa kembali, dan dari awal laporan sampai penyerahan tidak dipungut biaya sama sekali,” ujarnya.

Ia juga menilai pelayanan yang diberikan sangat humanis dan membantu masyarakat. Menurutnya, kehadiran polisi benar-benar dirasakan dalam memberikan rasa aman.

Sementara itu, Kapolresta Pati melalui Kapolsek Juwana, AKP Mudofar, menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam penanganan kasus kehilangan kendaraan bermotor.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Setiap laporan yang masuk akan kami tindaklanjuti secara profesional dan cepat,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh layanan kepolisian, mulai dari pelaporan hingga pengembalian barang bukti, tidak dipungut biaya. Hal ini sebagai bentuk transparansi dan upaya membangun kepercayaan publik.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak ragu melaporkan setiap tindak pidana atau gangguan kamtibmas di lingkungan masing-masing. Warga dapat menghubungi layanan Call Center Polri di nomor 110 yang aktif selama 24 jam untuk mendapatkan respons cepat dari petugas.


Ratusan Pasar di Pati Butuh Perbaikan, LBH Djuang Desak Pemkab Gerak Cepat

Ratusan Pasar di Pati Butuh Perbaikan, LBH Djuang Desak Pemkab Gerak Cepat

45 Template Patinews.jpg
Direktur LBH Djuang Pati, Fatkhur Rahman, SH., MH, mendesak Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, untuk segera mengambil langkah cepat dalam merealisasikan program kerja yang telah direncanakan sebelumnya, khususnya terkait renovasi pasar di Kabupaten Pati. Selasa, 7/4/2026.

Menurut Fatkhur Rahman, program renovasi pasar tersebut bukanlah wacana baru, melainkan telah disetujui dan disahkan oleh Bupati Pati nonaktif, Sudewo, pada masa jabatannya. Oleh karena itu, ia menilai tidak ada alasan untuk menunda pelaksanaan program yang dinilai sangat dibutuhkan masyarakat tersebut.

“Kami dari LBH Djuang Pati mendesak kepada Plt Bupati Pati agar segera merealisasikan pembangunan, khususnya renovasi pasar di Kabupaten Pati. Program ini sudah disetujui dan disahkan oleh Bupati nonaktif sebelumnya,” ujar Fatkhur Rahman saat menyampaikan keterangan kepada media.

Ia menjelaskan, total anggaran yang telah dialokasikan untuk program renovasi pasar tersebut mencapai sekitar Rp6 miliar. Anggaran tersebut terbagi dalam dua pos, yakni sekitar Rp1,5 miliar yang berada di Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag), serta sekitar Rp4,5 miliar yang berada di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Fatkhur menambahkan, program tersebut mencakup renovasi ratusan unit pasar yang tersebar di wilayah Kabupaten Pati. Dengan besarnya cakupan tersebut, ia menilai realisasi program menjadi sangat mendesak karena menyangkut kebutuhan ekonomi masyarakat, khususnya para pedagang.

Lebih lanjut, pihaknya juga mendorong Plt Bupati untuk segera melakukan koordinasi dengan Bupati nonaktif guna memastikan keberlanjutan program pembangunan yang telah dirancang. Hal ini dinilai penting agar tidak terjadi stagnasi pembangunan di daerah.

“Kalau perlu, Plt Bupati segera berkoordinasi dengan Bupati nonaktif untuk memastikan tindak lanjut pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Pati,” tegasnya.

Fatkhur juga menyoroti bahwa sejak pelantikan Plt Bupati hingga saat ini, masyarakat belum merasakan adanya dampak pembangunan yang signifikan, baik dari sisi infrastruktur maupun program lainnya. Padahal, menurutnya, masyarakat sangat menantikan langkah nyata dari pemerintah daerah.

“Masyarakat sudah sangat menunggu gerak cepat dari Plt Bupati. Sampai hari ini, belum ada pembangunan yang benar-benar dirasakan secara nyata,” tambahnya.

Dengan adanya anggaran yang telah disahkan sebelumnya, LBH Djuang Pati berharap tidak ada lagi hambatan dalam pelaksanaan program renovasi pasar tersebut. Mereka menekankan pentingnya komitmen pemerintah daerah untuk menjalankan program yang telah direncanakan demi kepentingan masyarakat luas.

Selasa, April 07, 2026

Pati Bakal Jadi Markas Batalyon B Brimob Polda Jateng

Pati Bakal Jadi Markas Batalyon B Brimob Polda Jateng

6ccb1d08-b0bd-48cf-a105-5feeed79bc56.jpeg

Markas Batalyon B Brimob Polda Jateng akan segera berkedudukan di Kabupaten Pati. Keberadaannya diharapkan dapat semakin memperkuat stabilitas keamanan wilayah. Langkah strategis ini dikonfirmasi langsung oleh Dansat Brimob Jawa Tengah usai menemui Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, hari ini, di Pendopo Kabupaten.

Dansat Brimob Jawa Tengah, Kombes Pol. Noor Hudaya, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel di titik strategis Jawa Tengah.

"Pimpinan sudah memutuskan, ada SK nya juga, bahwa nanti akan dibentuk Batalyon B yang berkedudukan di Pati, dengan kompi-kompi yang tersebar di Grobogan, Jepara, serta Blora," tegas Kombes Pol. Noor Hudaya.

Pemilihan lokasi di Kabupaten Pati dianggap sebagai keputusan tepat untuk mempermudah mobilisasi pasukan ke daerah penyangga di sekitarnya.

"Pengembangan kekuatan Brimob ini adalah upaya nyata untuk membantu kewilayahan dalam menjaga keamanan masyarakat Pati dan sekitarnya secara lebih optimal," tambah Noor Hudaya.

"Kami menyambut baik rencana ini sebagai bagian dari upaya bersama memperkuat keamanan dan ketertiban di Kabupaten Pati," pungkas Chandra.