Previous
Next

Rabu, Februari 18, 2026

Satpol PP Pati Tertibkan Reklame dan Baliho Ilegal

Satpol PP Pati Tertibkan Reklame dan Baliho Ilegal





Satpol PP Pati Tertibkan Reklame dan Baliho Ilegal

PATI, 18 Februari 2026 — Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Pati, Tri Wijanarko, menindaklanjuti instruksi Presiden Republik Indonesia untuk melakukan penertiban reklame dan baliho tidak berizin di wilayah Kabupaten Pati. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan wajah kota yang tertib, bersih, dan tertata.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Pati, Tri Wijanarko, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional di Kota Bogor, sekaligus tindak lanjut instruksi Plt. Bupati Pati. Penertiban dilakukan bersama sejumlah perangkat daerah dan instansi terkait.

"Melaksanakan instruksi dari Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, dalam RAKORNAS di Kota Bogor yang dihadiri oleh seluruh kepala daerah se-Indonesia bahwasanya untuk melaksanakan gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sebagaimana arahan dari Bapak Plt. Bupati Pati, kami bersama dinas-dinas terkait melaksanakan penertiban reklame, baliho, yang ada di wilayah Kabupaten Pati," kata Tri Wijanarko.

Ia menambahkan, penertiban tersebut dimaksudkan agar wilayah Kabupaten Pati bersih dari reklame dan baliho yang tidak berizin. Upaya serupa juga telah dilakukan di berbagai daerah lain di Indonesia, sehingga diharapkan tercipta keindahan dan kerapian lingkungan secara merata.

"Hal itu dimaksudkan supaya wilayah Kabupaten Pati bersih dari reklame dan baliho yang tidak berizin. Hal itu juga sudah dilaksanakan di kabupaten-kabupaten lain di seluruh Indonesia sehingga harapannya tercipta keindahan, kerapian di wilayah masing-masing," ujarnya.
Puting Beliung Terjang Desa Kebowan Winong, 21 Rumah Rusak

Puting Beliung Terjang Desa Kebowan Winong, 21 Rumah Rusak




Puting Beliung Terjang Desa Kebowan Winong, 21 Rumah Rusak 

PATI — Angin puting beliung menerjang Desa Kebowan, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Rabu (18/2/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Bencana alam yang datang secara tiba-tiba itu mengakibatkan kerusakan pada atap dan genting 21 rumah warga yang tersebar di beberapa RT, dengan total kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp30 juta. Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa.

Peristiwa bermula dari hujan gerimis yang disertai angin kencang sejak sekitar pukul 12.00 WIB. Dalam waktu singkat, angin berubah menjadi puting beliung yang menyapu permukiman warga dan merusak atap rumah. Perangkat desa kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Winong pada pukul 13.15 WIB untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Menindaklanjuti laporan itu, personel piket Polsek Winong bersama SPKT, Bhabinkamtibmas, dan piket fungsi langsung diterjunkan ke lokasi kejadian. Petugas melakukan pengamanan area, pendataan korban dan saksi, serta mencatat tingkat kerusakan yang dialami warga guna memastikan situasi tetap aman dan terkendali.

Kapolresta Pati melalui Kapolsek Winong AKP Gandhi Soeprijanto mengatakan bahwa respons cepat menjadi prioritas utama pihaknya dalam setiap kejadian bencana. "Begitu laporan kami terima, anggota langsung bergerak ke lokasi. Yang paling utama adalah memastikan keselamatan warga dan kondisi di lapangan tetap kondusif," tegasnya.

Ia menjelaskan, cuaca ekstrem di wilayah Winong terjadi secara mendadak. "Awalnya hanya gerimis dan angin kencang, namun tiba-tiba berubah menjadi puting beliung. Situasi seperti ini sangat berbahaya sehingga masyarakat harus selalu waspada terhadap perubahan cuaca," ujar AKP Gandhi.

Selain melakukan pendataan dan pengamanan, Polsek Winong bersama Muspika dan perangkat desa juga menggelar kerja bakti di lokasi terdampak. Aparat dan warga bergotong royong membersihkan puing-puing genting serta bagian atap rumah yang rusak agar lingkungan segera kembali aman dan layak dihuni.

"Polisi tidak hanya hadir untuk mencatat dan melapor, tetapi juga membantu langsung warga yang terdampak. Ini adalah bentuk pelayanan dan kepedulian kami kepada masyarakat," kata AKP Gandhi.

Hingga Rabu sore, situasi di Desa Kebowan dilaporkan aman dan kondusif. Warga mulai memperbaiki rumah masing-masing dengan dibantu aparat dan pemerintah setempat. "Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Kami akan terus memantau kondisi di lapangan dan siap memberikan bantuan serta pengamanan jika masih dibutuhkan," pungkas AKP Gandhi.

(Humas Resta Pati)
Dirut Jasa Raharja Kunjungi Komunitas Ojol Rawa Buaya, Perkuat Budaya Keselamatan Jalan

Dirut Jasa Raharja Kunjungi Komunitas Ojol Rawa Buaya, Perkuat Budaya Keselamatan Jalan




Dirut Jasa Raharja Kunjungi Komunitas Ojol Rawa Buaya, Perkuat Budaya Keselamatan Jalan

Jakarta, 18 Februari 2026 – Jasa Raharja terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem keselamatan transportasi nasional melalui kolaborasi langsung dengan komunitas pengemudi ojek online (ojol). Komitmen tersebut diwujudkan lewat kunjungan kerja Direktur Utama Muhammad Awaluddin ke Basecamp Ojol Rawa Buaya, Jakarta Barat, Selasa (17/2/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Awaluddin didampingi Kepala Kanwil Utama DKI Jakarta Radito Risangadi. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan sinergi antara perusahaan, insan wilayah DKI Jakarta, stakeholder, serta komunitas transportasi dalam membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan.

Awaluddin menegaskan bahwa keselamatan di jalan raya tidak bisa hanya dibebankan kepada satu pihak, melainkan harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh pengguna jalan. Menurutnya, peningkatan literasi dan kapasitas komunitas merupakan fondasi penting dalam menekan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas.

"Budaya safety lahir dari kesadaran dan keterlibatan bersama. Kami ingin mendorong para pengemudi menjadi pelopor keselamatan sekaligus bagian dari solusi ketika terjadi kondisi darurat di jalan," ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, perusahaan juga menggelar pengobatan gratis bagi pengemudi ojol dan warga sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial. Selain itu, dilaksanakan pelatihan Pertolongan Pertama Pada Gawat Darurat (PPGD) guna meningkatkan kapasitas komunitas sebagai first responder saat terjadi kecelakaan lalu lintas.

Sebagai bentuk empati menyambut bulan suci Ramadan, bantuan sembako turut disalurkan kepada anggota komunitas dan warga sekitar. Langkah ini diharapkan dapat mempererat hubungan kemitraan sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat.

Ketua URC Gojek Baruta Koordinator Wilayah Jakarta Barat, Dodi, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran dan perhatian Jasa Raharja. Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya meningkatkan kapasitas komunitas, tetapi juga memperkuat semangat keselamatan di jalan raya.

Melalui kolaborasi ini, Jasa Raharja menegaskan perannya dalam menghadirkan perlindungan yang inklusif, responsif, dan berorientasi pada keselamatan publik sebagai wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.


Penemuan M4yat Tanpa Identitas di Sungai Tambak Ngasem Gegerkan Warga Gembong

Penemuan M4yat Tanpa Identitas di Sungai Tambak Ngasem Gegerkan Warga Gembong




Penemuan M4yat Tanpa Identitas di Sungai Tambak Ngasem Gegerkan Warga Gembong

PATI — Aparat Polsek Gembong bergerak cepat mengevakuasi sesosok mayat laki-laki tanpa identitas yang ditemukan mengapung di aliran Sungai Tambak Ngasem, wilayah Dukuh Wonosemi, Desa Semirejo, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Rabu (18/2/2026) pagi. Penemuan ini menggegerkan warga sekitar karena jasad ditemukan di jalur sungai yang biasa digunakan warga menuju area perkebunan.

Kapolresta Pati melalui Kapolsek Gembong AKP Lilik Supardi menjelaskan, jasad pertama kali ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB oleh seorang warga bernama Tamboh saat hendak menuju kebunnya di sekitar aliran sungai tersebut.

"Saksi melihat tubuh manusia terapung di sungai, lalu segera menghubungi warga lain dan diteruskan kepada kepala desa hingga akhirnya dilaporkan ke kami. Petugas Polsek Gembong langsung bergerak ke lokasi," ujar AKP Lilik Supardi.

AKP Lilik Supardi menegaskan, begitu menerima laporan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Unit Identifikasi Polresta Pati serta tenaga medis dari Puskesmas Gembong. 

"Kami tidak ingin kehilangan waktu. Setiap menit sangat penting untuk menjaga kondisi jenazah dan memastikan proses identifikasi bisa dilakukan secara maksimal. Karena itu kami langsung mengamankan TKP dan mengevakuasi korban sesuai prosedur," jelasnya.

Lebih lanjut, AKP Lilik Supardi menerangkan bahwa proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat kondisi mayat yang sudah cukup lama berada di air. 

"Kami mengutamakan keselamatan petugas dan menjaga keutuhan jasad. Semua langkah dilakukan secara profesional agar tidak menghilangkan petunjuk penting yang dibutuhkan dalam proses penyelidikan," tegas Kapolsek.

Menurut AKP Lilik Supardi, setelah berhasil dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke Kamar Jenazah RSUD RAA Soewondo Pati untuk dilakukan pemeriksaan medis. 

"Pemeriksaan oleh dokter sangat krusial untuk mengetahui penyebab kematian, apakah ada tanda-tanda kekerasan atau indikasi lain yang mengarah pada tindak pidana. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan resmi," ungkapnya.

Kapolsek juga mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau kerabat untuk segera melapor. 

"Ciri-ciri korban adalah laki-laki, tinggi sekitar 150 sentimeter, rambut pendek berwarna putih, mengenakan kemeja lengan pendek biru navy dan celana pendek hitam, dengan perkiraan usia 50 hingga 60 tahun. Kami berharap masyarakat bisa membantu proses identifikasi ini," tutur AKP Lilik Supardi.

AKP Lilik Supardi menambahkan, pihak kepolisian akan terus mendalami temuan ini dengan mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri kemungkinan korban berasal dari wilayah sekitar maupun luar daerah. 

"Kami tidak menutup kemungkinan apa pun, baik kecelakaan, sakit, maupun faktor lain. Semua akan kami telusuri secara menyeluruh agar kebenaran bisa terungkap," ujarnya.

Sementara itu, aparat Polsek Gembong tetap melakukan pengamanan dan pemantauan di sekitar lokasi penemuan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. 

"Kami ingin memastikan situasi tetap kondusif dan masyarakat tidak panik. Kami juga mengajak warga untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada kepolisian," pungkas AKP Lilik Supardi.

(Humas Resta Pati)
My degree might be worthless now 🎓

My degree might be worthless now 🎓

At least I can still make pancakes ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌
WP Mail SMTP

Hey there,

It's an important time of the year for a lot of people right now - Lunar New Year celebrations, the beginning of Ramadan, and in my corner of the world... pancakes.

 

Today, every single class in my kids' school was handed frying pans and batter and told to go for it. The fire alarm went off three times. I'm not sure what they expected to happen when you give 200 children access to open flames and tell them to flip things, but apparently nobody thought that through.
 

Anyway, I read an article today that stopped me in my tracks a bit more than the fire alarm did.
 

It was about how applications for computer science degrees have dropped significantly since AI became mainstream. Students are looking at tools like Claude and Codex writing code in seconds and thinking "why would I spend three years learning to do something a machine already does?"
 

And I have feelings about this, because I studied computer science at university. I spent years learning to write code by hand, debugging things line by line, and believing that understanding how to build software from scratch would be the most valuable skill I could ever have.
 

Now my kids' generation might skip all of that entirely and I'm not sure they'd be wrong to.
 

I'm not saying technical skills don't matter anymore. They absolutely do. But the type of technical skills that matter has shifted. It's more about knowing what to build, what to automate, and when to let AI handle the repetitive stuff so you can focus on the parts that actually need a human brain.
 

Which, funnily enough, is exactly what's happening with email right now.
 

A few years ago, managing your WordPress emails meant manually checking that everything was sending, troubleshooting delivery failures one by one, and spending way too long on tasks that should have been automatic.

Now there are tools that handle the boring bits for you, from making sure your transactional emails actually get delivered, to setting up sequences that run while you sleep, all the way up to AI tools that can draft and send emails on your behalf.

 

I just published a guide that walks through all of it, level by level. Whether you're still doing everything manually or you're ready to experiment with AI-powered automation, there's something in there for you.
 

The small business guide to email automation (from simple to AI-powered)
 

And for the more technically adventurous among you, the guide also covers the new SendLayer MCP server, which let AI assistants interact directly with your email setup. It's genuinely cool stuff.
 

You don't need a computer science degree to set any of it up. Trust me, mine hasn't been particularly useful for a while now.

I'm off to eat some pancakes. Catch you next time,

 

Rachel
Product Educator, WP Mail SMTP

 

P.S. Was this email helpful? 
 

We're ❤️ Hiring!
Join Our Team

Have a Question? Send Us a Message


© 2026 WPForms, LLC. All Rights Reserved.
400 Executive Center Drive, Ste 208, West Palm Beach, FL 33401

You received this email because you're subscribed to the WP Mail SMTP mailing list.


Privacy Policy  |  Contact Us |  Unsubscribe