Previous
Next

Senin, Februari 16, 2026

Ratusan Siswa MI/SD Se- Pulau Jawa Adu Bakat di KACER 2026 MTsN 1 Pati

Ratusan Siswa MI/SD Se- Pulau Jawa Adu Bakat di KACER 2026 MTsN 1 Pati




Ratusan Siswa MI/SD Se- Pulau Jawa Adu Bakat di KACER 2026 MTsN 1 Pati

Pati - Sebanyak 636 peserta tingkat MI/SD se-Pulau Jawa mengikuti Kompetisi Anak Cerdas Berkarakter (KACER) 2026 yang diselenggarakan MTsN 1 Pati. Ajang kompetisi yang dihelat sebagai agenda tahunan ini sukses digelar pada Minggu (15/2).

Ketua Panitia, Tommy Andriansyah memerinci, terdapat 501 peserta yang bersaing di kategori mata pelajaran, meliputi IPA, IPS, dan MTK. Sementara 135 peserta lainnya bertanding di kategori non mata pelajaran yang bervariasi, seperti, MTQ, MHQ, Story Telling, Kaligrafi, dan Catur.

"Antusiasme para peserta luar biasa. Hal yang menyegarkan dari KACER tahun ini adalah debut cabang lomba catur, yang ternyata disambut dengan sangat positif oleh para peminatnya. Secara keseluruhan rangkaian acara, mulai dari lomba hingga awarding berjalan dengan lancar," jelas Tommy.

Berbeda dari tahun sebelumnya, KACER 2026 semakin terasa istimewa dengan kehadiran Amin Handoyo, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jateng. Ia menyampaikan apresiasi penyelengaraan KACER yang dinilai sebagai salah satu media untuk meningkatkan kompetisi pada siswa sekaligus memperkenalkan madrasah secara umum di Jawa Tengah.

"Saya rasa ini adalah inovasi yang harus dijaga dan ditingkatkan mutunya sehingga setiap tahunnya bisa selalu lebih baik lagi," ujarnya.

Selain Amin, acara awarding KACER 2026 juga dihadiri oleh Juair, Katim Kurev Penma Kanwil Kemenag Jateng dan Ahmad Syaiku, Kepala Kankemenag Kab. Pati. Para tamu dan peserta disuguhi dengan beragam penampilan siswa MTsN 1 Pati, yaitu karawitan, tari saman dan tari kreasi, serta El Zahra Voice.

Kepala MTsN 1 Pati, Wahyu Hidayat mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh peserta yang turut menyukseskan KACER 2026. 

"Tanpa partisipasi dan kontribusi dari adik-adik semuanya, kegiatan KACER ini tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya," ungkapnya.

"Kami mengucapkan selamat kepada peserta yang dinobatkan sebagai juara, baik yang mapel maupun non mapel. Yang belum juara, tetap semangat meraih prestasi dan mengejar mimpi. Kalian adalah anak-anak yang hebat," Wahyu.

Ditemui usai awarding, Roro Putri Nindira Zanefa, peserta dari MIN 2 Rembang mengutarakan perasaannya setelah ditetapkan sebagai juara 1 Story Telling.

"Seneng banget, selain dapat pengalaman dan teman baru, saya bisa dapat juara 1 juga, nggak nyangka," ucapnya.

(humas_mtsn1pati)

Ziarah ke Makam KH Mahfudz Salam, Sang Pejuang (Ayah KH Sahal Mahfudz) di Benteng Pendem Ambarawa Semarang

Ziarah ke Makam KH Mahfudz Salam, Sang Pejuang (Ayah KH Sahal Mahfudz) di Benteng Pendem Ambarawa Semarang


Ziarah ke Makam KH Mahfudz Salam, Sang Pejuang (Ayah KH Sahal Mahfudz) di Benteng Pendem Ambarawa Semarang

Siapa sih yang nggak tahu Benteng Pendem (Fort Willem I) di Ambarawa? Bangunan megah peninggalan Belanda ini biasanya jadi spot favorit buat para pencinta fotografi karena vibe estetiknya yang ala-ala film kolosal. Tapi, tahu nggak sih kalau di balik kokohnya tembok bata merah itu, ada satu titik yang punya nilai spiritual luar biasa?

Yup, kita bicara soal Makam KH Mahfudz Salam.

Siapa Beliau?
Bagi yang belum familiar, KH Mahfudz Salam bukan orang sembarangan. Beliau adalah ayahanda dari ulama besar Indonesia, KH Sahal Mahfudz (mantan Rais Aam Syuriyah PBNU). Beliau dikenal sebagai sosok alim yang punya pengaruh besar dalam penyebaran ilmu agama di wilayah tersebut.

Kenapa Makamnya Ada di Dalam Benteng?
Ini yang unik. Biasanya makam ulama berada di area pemakaman umum atau di lingkungan pesantren. Namun, makam KH Mahfudz Salam justru berada di dalam kompleks militer yang masih aktif (Benteng Pendem sendiri sebagian areanya masih digunakan oleh Lapas Kelas IIA Ambarawa).

Menurut Tour Guide, waktu itu sang Kyai menjadi tahanan Belanda karena membela Hak Rakyat Pati, namun menurut Belanda hal itu dianggap berbeda sehingga beliau ditahan di Benteng ini hingga meninggal di masa pendudukan Jepang 1942.

Konon, keberadaan makam ini menjadi bukti betapa sejarah perjuangan ulama dan sejarah kolonial di Ambarawa itu saling berkelindan. Makam ini tetap terjaga dengan rapi dan menjadi magnet bagi para peziarah yang ingin "ngalap berkah" sekaligus mendoakan beliau.

Suasana yang "Beda"
Kalau kamu berkunjung ke sini, kamu bakal merasakan kontras yang menarik:

Sisi Luar: Tembok raksasa yang terlihat grunge, tua, dan sedikit misterius khas bangunan abad ke-19.

Area Makam: Begitu masuk ke area makam, suasananya berubah jadi tenang dan syahdu. Aroma wangi dupa atau bunga melati sering tercium, bercampur dengan suara angin yang menyelinap di sela-sela lorong benteng.

Tips Buat Kamu yang Mau Berkunjung
Izin itu Penting: Karena areanya berada di dekat kawasan Lapas dan militer, pastikan kamu bersikap sopan dan mengikuti aturan masuk yang ada.

Pakaian Sopan: Ingat, ini adalah area makam ulama. Pakailah pakaian yang tertutup dan sopan ya!

Waktu Terbaik: Datanglah saat pagi atau sore hari. Selain udaranya lebih sejuk, cahaya matahari yang masuk lewat celah-celah bangunan benteng bikin pemandangannya makin dramatis.

Ziarah ke makam KH Mahfudz Salam ini seolah jadi pengingat kalau di tengah kemegahan bangunan buatan manusia (benteng), ada kekuatan spiritual yang tetap abadi dan dihormati masyarakat hingga sekarang. Jadi, kalau ke Ambarawa, jangan cuma foto-foto di depan benteng aja, coba mampir dan kirim doa di sini.

#bentengpendem #ambarawa #semarang #virals #fyp
Chandra Hadiri Kirab Ganti Luwur Simbah Kyai Pati Wasis Joyokusumo di Gunungpati Semarang

Chandra Hadiri Kirab Ganti Luwur Simbah Kyai Pati Wasis Joyokusumo di Gunungpati Semarang




Chandra Hadiri Kirab Ganti Luwur Simbah Kyai Pati Wasis Joyokusumo di Gunungpati Semarang

SEMARANG, 14 Februari 2026 — Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menghadiri Kirab Budaya Ganti Luwur dalam rangka Haul Simbah Kyai Pati Wasis Joyokusumo yang digelar di Makam Simbah Kyai Pati Wasis Joyokusumo. Kegiatan ini menjadi bagian dari tradisi budaya untuk mengenang tokoh penting dalam perjalanan sejarah Kabupaten Pati.

Setibanya di lokasi, Plt. Bupati Pati terlebih dahulu melaksanakan ziarah di Makam Simbah Kyai Pati Wasis Joyokusumo. Setelah itu, Chandra nenuju Lapangan Morokono untuk mengikuti rangkaian kirab budaya dengan menggunakan kereta, yang kemudian berakhir kembali di area makam sebagai titik finish.

Dalam kesempatan tersebut, Chandra menegaskan bahwa Simbah Kyai Pati Wasis Joyokusumo memiliki posisi strategis dalam peradaban Kabupaten Pati. Ia menyampaikan bahwa haul menjadi momentum penting untuk mengingat kembali perjalanan panjang sejarah daerah.

"Simbah Kyai Pati Wasis Joyokusumo ini bagian terpenting dari peradaban Kabupaten Pati. Beliau putra dari Kyai Ageng Penjawi yang akhirnya karena sesuatu hal beliau harus menetap di Gunungpati ini. Jadi, sejarah ini merupakan perjalanan panjang Kabupaten Pati yang selalu harus kita kenang dan wajib setiap haul ini Masyarakat Kabupaten Pati harus datang ke sini untuk mengingat sejarah Kabupaten Pati," kata Chandra.

Lebih lanjut, Plt. Bupati Pati menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Pati untuk terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna mendukung keberadaan makam sebagai situs bersejarah. Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas daerah dalam pengembangan akses dan pelestarian kawasan.

"Insya Allah di tahun depan kita komunikasikan untuk bisa mendukung makam ini lebih baik. Kalau akses jalan, saya harus berkomunikasi dengan Walikota Semarang. Momen ini adalah momen saat kita dipanggil retret oleh Pak Presiden Prabowo Subianto di acara Sentul mengedepankan tentang pentingnya sejarah," ujar Chandra.

Ia menambahkan bahwa sejarah merupakan fondasi utama dalam menjaga budaya dan peradaban daerah. Menurutnya, pelestarian makam Simbah Kyai Pati Wasis Joyokusumo menjadi tanggung jawab bersama masyarakat Kabupaten Pati.

"Jadi, selain kemandirian ekonomi, kemandirian pendidikan, kemandirian pertahanan, budaya itu paling utama adalah sejarah. Jadi, beliau bilang pidato Bung Tomo waktu itu di RRI Surabaya yang sampe sekarang ini tempatnya sudah tidak ada. Nah, inilah kita wajib bagi masyarakat Kabupaten Pati melestarikan di mana makam ini adalah salah satu dari budaya atau peradaban di Kabupaten Pati yang harus kita lestarikan," pungkasnya.
Sambut Ramadhan, Komunitas Weron People Gelar Kerja Bhakti Lingkungan

Sambut Ramadhan, Komunitas Weron People Gelar Kerja Bhakti Lingkungan




Sambut Ramadhan, Komunitas Weron People Gelar Kerja Bhakti Lingkungan

PATI, 15 Februari 2026 – Komunitas Weron People yang berada di bawah naungan Yayasan Weron Peduli Bangsa menggelar kerja bhakti lingkungan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Kegiatan ini dilaksanakan di Dukuh Weron, Desa Tegalharjo, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, sebagai wujud kesiapan dan kebahagiaan masyarakat menjelang bulan puasa.

Kerja bhakti dimulai sejak siang hari dari depan Masjid Al Mujahidin dan dilanjutkan menyusuri sepanjang jalan utama Dukuh Weron hingga sore hari. Sasaran kegiatan meliputi pembersihan sampah, pemotongan dan penyemprotan rumput liar, perapian pagar tanaman, serta pemangkasan dahan dan ranting pohon di sepanjang jalur tersebut.

Ketua Komunitas Weron People, Paminto, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan, tetapi juga sebagai simbol kesiapan spiritual menyambut Ramadhan.

"Kerja bhakti ini kami laksanakan selain untuk menjaga kebersihan, keindahan, dan kesehatan lingkungan, juga sebagai bentuk kesiapan serta kebahagiaan menyambut bulan suci Ramadhan," jelasnya.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan luas dari warga setempat. Sejumlah masyarakat turut bergotong royong, termasuk Mbah Munari yang meskipun telah lanjut usia tetap bersemangat ambil bagian dalam kerja bhakti.

"Ngene yo kethok padhang, disawang apik lan resik (begini ya kelihatan bersih, terlihat baik dan asri)," ujarnya dengan penuh semangat.

Selain dukungan tenaga, warga juga memberikan konsumsi berupa camilan dan minuman bagi para peserta kerja bhakti. Kebersamaan ini semakin memperkuat nilai gotong royong dan kerukunan antarwarga.

Kegiatan bersih lingkungan menjelang Ramadhan ini dinilai sebagai langkah positif yang patut dijaga dan ditingkatkan. Terlebih, inisiatif tersebut dipelopori generasi muda sebagai bentuk kontribusi nyata dalam membangun kepedulian sosial dan mempererat solidaritas masyarakat.


Minggu, Februari 15, 2026

Last call: Pro for $39/year ends tonight 💌

Last call: Pro for $39/year ends tonight 💌

$60 OFF is gone at midnight. ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌
WP Mail SMTP

Hi ,

This week, everyone talked about love and chocolates. We were not in the matchmaking business, and we were definitely not selling fancy truffles.

We talked about the emails that fail when your provider goes down. The alerts you weren't getting. The opens you couldn't see. The gap between "I sent it" and "I know it arrived."

Tonight's your last chance to close that gap for $39/year.

👉 Go Pro for $39/year →

WP Mail SMTP Pro gives you everything Lite doesn't:

🔄 Backup connections: automatic failover, your emails never stop
⚡ Failure alerts: Slack, SMS, WhatsApp, email, the moment something breaks
👀 Open & click tracking: see who read what, and when
📬 Full email logs: search, troubleshoot, resend anything
📊 Weekly health reports: one glance, total clarity

You've got the foundation with Lite. Pro is the full picture, the safety net, the alerts, the proof.

Cheers,
Cristian Brizuela
Growth, WP Mail SMTP

P.S. $39 for a year of knowing every email your site sends actually arrived. That's less than a flower bouquet
, and it works 24/7.

We're ❤️ Hiring!
Join Our Team

Have a Question? Send Us a Message


© 2026 WPForms, LLC. All Rights Reserved.
400 Executive Center Drive, Ste 208, West Palm Beach, FL 33401

You received this email because you're subscribed to the WP Mail SMTP mailing list.


Privacy Policy  |  Contact Us |  Unsubscribe